Kapolres Way Kanan Minta Penambangan Emas Ilegal Dihentikan

Kapolres Way Kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto memberikan pengarahan kepada pekerja tambang di Way Kanan, Senin (19/12/2016). LAMPUNG POST/CANDRA PW

WAY KANAN -- Kapolres Way Kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto melakukan penertiban kepada penambang emas ilegal di kabupaten setempat, Senin (19/12/2016).

Chandra Erlianto mengatakan penertiban, pembinaan, dan penyuluhan bagi penambang emas ilegal dilaksanakan agar para pekerja mengetahui bahwa penambangan tidak diizinkan sehingga bisa merusak lingkungan. Pihaknya meminta penambang agar segera menghentikan segala aktivitasnya tambang emas.

Ia menerangkan kegiatan penambangan sudah diatur dalam undang UU No.4 tahun 2009 tentang Minerba dan UU No.32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Pengrusakan Lingkungan Hidup. "Saat ini kami memberikan dahulu pembinaan dan himbauan bagi penambang emas ilegal tersebut. Apabila mereka masih sembunyi-sembunyi melakukan penambangan, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Dalam penertiban tersebut, kata Yudy, polisi mendata nama-nama pekerja di tambang emas ilegal yang diketahui ada 16 orang. Mereka adalah Fauzi (35), Sri Narsih (26), Kardi (40), Roni (24), Sahri (30), Dermawan (29), Andi (25), Rikiyanto (18), Herianto (40), Usnani (48), Nisam (61) warga kampung Gistang; Kadek Roma (17) warga kampung Ojolali; Kecamatan Blambangan Umpu, Jumanto (32), Yusron (48), Ashari (21), Iswantoni (17) warga kampung Gunung Katun; Kecamatan Baradatu; Way Kanan.

Setelah dilakukan imbauan, kata dia, para pelaku penambang ilegal emas dipersilakan untuk pulang meninggalkan lokasi tambang. Pihaknya berharap setelah adanya penertiban ini para pekerja dapat mengerti.