Kasus Narkoba Tinggi, Pemkab Lampura Tingkatkan Penyuluhan

Keberhasilan jajaran Polres Lampung Tengah selama 2016 menangkap kasus narkoba mendapat apresiasi dari Bupati Lamteng Mustafa yang tampak mengunjungi pos penjagaan operasi Lilin 2016. (Foto:Lampost/Wahyu)

GUNUNG SUGIH--Selama 2016 jajaran Polres Lampung Tengah berhasil mengamankan 179 tersangka pengedar dan pemakai narkoba. Artinya rata-rata setiap bulan lebih 15 tersangka kasus narkoba yang ditangkap atau satu tersangka setiap dua hari sekali. Oleh karenanya, Pemkab meningkatkan penyuluhan lewat aparatur di semua tingkatan.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Dono Sembodo, mengatakan ada 133 kasus yang berhasil diungkap jajarannya. Para tersangka kasus narkoba yang ditangkap selama 2016 terdiri dari 156 laki-laki dewasa, 14 perempuan dewasa dan sembilan anak di bawah umur (8 laki-laki dan satu perempuan).

Menurut Kapolres pihaknya akan terus berupaya memberantas narkoba dari Lampung Tengah.

Selain 179 tersangka, polres telah menyita 5.697 gram sabu, 10 gram ganja, 132 butir ekstasi tujuh pucuk senpi, 18 butir peluru, dan uang sebesar Rp118.327.000 sebagai barang bukti selama tahun 2016.

Menanggapi banyaknya ungkap kasus narkoba di Lamteng, Bupati Mustafa memberi apresiasi. Selain itu ia meminta jajaran kepolisian tak kenal lelah memberantas narkoba dan bersama-sama instansi pemerintah Lamteng yang lain untuk melakukan pencegahan.

"Memang upaya pencegahan harus terus dilakukan, disamping upaya penegakan hukum yang mampu memberi efek jera," kata Bupati.
Bupati juga mengimbau para orang tua untuk terus mengawasi anak-anak mereka agar tak terjerumus narkoba.

"Penguatan keluarga harus terus dilakukan. Karena keluarga yang paling dekat. Kami akan melakukan lebih banyak penyuluhan melalui instansi pendidikan dan menggerakkan seluruh aparatur di semua tingkatan untuk menyampaikan bahaya narkoba," kata Mustafa.