Kasus Penyakit Leptospirosis Belum Ditemukan di Lampung

Penyakit leptospirosis atau yang sebarkan dari kencing tikus, belum ditemukan di Lampung, tetapi masyarakat harus waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan. Gejala penyakit yang disebabkan kencing tikus.(Ilustrasi)

BANDAR LAMPUNG--Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memastikan wabah penyakit leptospirosis atau yang sebarkan dari kencing tikus, sangat jarang ditemukan di Lampung.

"Untuk di Lampung, jenis penyakit Leptospirosis sangat jarang ditemukan. Bahkan hingga saat ini kami belum menerima laporan dari daerah ataupun rumah sakit yang ada di Lampung," kata Kasubag Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Asih Hendrastuti, Senin (2/1/2017).

Namun, kendati demikian pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar dapat secara intens mengawasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga penyakit tersebut tidak menimpa masyarakat secara masal. "Untuk cara kerja pihak kesehatan menemukan gejala penyakit tersebut membutuhkan uji laboratorium yang sangat jeli dan teliti," kata dia.

Jelaskannya, leptospirosis merupakan sejenis penyakit yang penularannya melalui kencing tikus ataupun air yang terkena kencing tikus kemudian dikonsumsi oleh manusia. Sehingga, ketika seseorang terindikasi penyakit tersebut akan terlihat dari badannya yang agak kekuningan. "Jadi, biasanya penyakit leptospirosis dilaporkan apabila terjadi bencana banjir. Karena, apabila banjir atau genangan air akan secara otomatis terkontaminasi," kata dia.

Selain itu, dirinya berharapa kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling waspada terhadap penyakit tersebut, dengan lebih mengutamakan kebersihan lingkungan. Sebab, tidak menuntut kemungkinan penyakit leptospirosis akan menimpa siapa saja.