Kawanan Pencuri Bobol Rumah Warga di Sribasuki, Lampung Utara

ilustrasi kasus pencurian. viva.co.id

KOTABUMI -- Kawan pencuri membobol rumah seorang warga di daerah Kelurahan Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara, Sabtu (7/1/2017), sekitar pukul 04.00.
Para pelaku diperkirakan lebih dari satu orang itu berhasil membawa kabur barang berharga berupa satu sepeda motor Yamah Mio warna putih BE-4573-J berikut STNK dan satu laptop mereka Acer serta satu dua buah smartphone merek Samsung dan Oppo milik korban.
Selain itu, barang lain yang hilang, yakni sebuah dompet yang bersikan kartu ATM bank BNI, Bank Muamalat, KTP dan SIM C. Kini kasusnya tengah ditangani aparat kepolisian setempat.
Menurut korban Abdul Rahman (27) usai melaporkan kejadian di kantor Polres Lampung Utara, Sabtu (7/1/2017), aksi pencurian di rumahnya diketahui ketika dirinya sedang terlelap tidur dan kondisi cuaca sedang hujan.
Namun, alangkah terkejutnya ketika dirinya bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi dilihatnya sepeda motor yang berada di dalam rumah telah raib dan kondisi pintu depan rumah telah terbuka. Mengetahui hal itu, ia langsung memeriksa seisi rumah dan ternyata barang berharga lain seperti laptop dan dua buah ponsel pintar serta sebuah dompet miliknya yang diletakkan di atas menja dalam kamarnya hilang dicuri.
”Semua barang berharga milik saya yang berda di dalam rumah hilang dicuri dan pelaku masuk rumah melalui pintu depan dengan cara merusak paksa,” ujarnya.
Korban memperkirakan pencuri yang masuk rumahnya lebih dari satu orang. Sebab, jumlah barang-barang berharga miliknya yang hilang cukup banyak.
”Saat kejadian saya sedang terlelap dan tidak menyangka pencuri masuk karena kondisi sedang turun hujan,” ujar korban lagi.
Diperkirakan aksi pencurian yang terjadi di rumahnya antara pukul 03.00 dan 04.00 karena pada tengah malamnya ia baru beranjak tidur setelah menonton acara telivisi. Usai kejadian itu, ia sempat membangunakan warga sekitar dan mencoba melakukan pengejaran, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, pada siang harinya korban barulah melapor ke kantor Polres Lampung Utara. ”Saya menduga para pelaku tergolong profesional karena saat beraksi, saya tidak mendengar hal-hal yang mencurigakan,” katanya.
Dengan kejadian ini, dirinya meminta aparat kepolsian dapat menangkap para pelakunya dan ditindak tegas.