Kebangkitan ICMI, Tantangan atau Peluang

Logo ICMI. www.kupasmerdeka.com

HARI ini pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Lampung akan dilantik yang berjumlah 135 orang, terdiri dari dewan penasehat, dewan pakar, majelis pengurus, dengan pengurus memiliki latar belakang yang berbeda, di antaranya akademisi, birokrat, pengusaha, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia adalah wadah bagi para cendekiawan muslim untuk beramal, berkreasi, berkomunikasi, dan berprestasi guna mengangkat harkat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia dalam rangka pengabdian kepada Allah swt.
Ada tiga hal yang merupakan pangkal pandangan dasar ICMI, yakni keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiawanan, sifat dasar keislaman memberinya landasan bagi pandangan-pandangan yang universal. Sifat keindonesiaan menyediakan lingkup penerjemahan pandangan keislaman yang universal dalam konteks ruang dan zaman modern, sifat kecendekiawanan merupakan tumpuan amanat khusus yang diemban ICMI dalam perjuangan membangun masyarakat dan bangsa. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berlandaskan pada ciri intelektualitas muslim, maka organisasi ICMI memiliki tempat yang cukup ideal dalam membangun umat-Nya melalui program-program, yaitu pemberdayaan ekonomi umat, orang tua asuh melalui beasiswa berprestasi, kajian-kajian pembangunan daerah, membuat jaringan-jaringan pengusaha muslimah.
ICMI juga dapat memberikan masukan kepada pemerintah sebagai think tank, baik dibutuhkan atau tidak, yang konsisten memberikan pandangan-pandangan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan pembangunan di Provinsi Lampung yang terkait dengan seluruh sendi kehidupan.
Dengan berbagai kontribusi positif seperti telah diutarakan terdahulu, ICMI juga merupakan pelopor dan mendorong perkembangan civil society dengan ciri dan dasar-dasar kehidupan bangsa Indonesia. Dengan kata lain, ICMI harus menjadi elemen penting dalam menguatkan dan pemberdayaan civil society atau masyarakat madani yang antara lain memiliki karateristik menjelaskan fungsi voluntary dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

Berpikir di Atas Rata-rata
Meski demikian, amat disadari bahwa setiap upaya merefleksikan cita atau ide akan dihadapkan pada dua kemungkinan, yakni berhasil dan tidak atau belum berhasil. Keberhasilan dicapai manakala cukup peluang dan manusia mampu memanfaatkan peluang tersebut. Sebaliknya, tidak atau belum berhasil manakala tidak ada peluang atau tidak diciptakan peluangnya.
Pada umumnya, keberadaan peluang merupakan dorongan, sedangkan ketidakadaan peluang merupakan tantangan. Namun, tantangan pun manakala dihadapi secara positif akan jadi daya dorong ICMI yang tinggi dalam mencapai tujuan kesejahteraan umat-Nya. Di antara ciri cendekiawan muslim adalah berpikir positif dan bertindak konstruktif. Berpikir yang mengarah kepada kebaikan atau kemaslahatan umat sesuai tuntutan agama. Sedangkan bertindak konstruktif adalah bertindak membangun dalam arti bersyukur yang memanifestasikan karunia Allah dalam bentuk-bentuk kehidupan nyata.
Dalam hal ini cendekiawan muslim, karunia tersebut adalah kelebihan kemampuan berpikir di atas rata-rata kemampuan bangsa ini. Berangkat dari pernyataan ini, dapat kita lihat peluang dan tantangan yang dihadapi para cendekiawan muslim Indonesia dalam kiprahnya ikut membangun umat dan bangsa ini menuju masyarakat sejahtera.
Pada saat sekarang ini citra umat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara cukup baik. Dalam hal itu kita sama-sama mengetahui masih mengingat masa lampau, trauma pengalaman hidup masa lalu yang mengaitkan Islam dengan kekerasan, ketegangan, pemberontakan atau konflik yang acap merupakan tindakan yang bersifat generalisasi yang kurang tepat. Kenyataannya, ICMI mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam memelihara kedamaian. Kiranya keberadaan ICMI saat ini, dengan pengurus dan anggota-anggotanya yang sudah tidak diragukan lagi dedikasinya pada negara dan bangsa ini, sekaligus merupakan peluang bagi terkoordinasinya potensi-potensi yang masih perlu digali, terutama dalam pembangunan bangsa menuju masyarakat rahmatan lil alamin.
Dalam gambaran saat ini, ICMI juga harus merupakan benteng tangguh dalam mempertahankana akidah umat. Persoalan pokok dalam mempertahankan akidah umat ini sepanjang pengamatan yang lebih didasarkan pada pengalaman selintas, terletak pada kemiskinan dan keterbelakangannya, ketertinggalan umat ini sudah dirasakan dan dicoba diatasi sejak lama. Namun, persoalan yang membelitnya begitu kompleks sehingga pemecahan masalahnya tidak cukup dengan tindakan-tindakan konvensional.
Diperlukan suatu analisis sosial yang tajam dan bersifat makro. Karena itu, memerlukan keterlibatan para cendekiawan dan pakar-pakar yang terdiri atas berbagai cabang disiplin ilmunya. Manakala konstelasi di atas benar, implikasinya adalah ICMI yang sejak semula diniatkan sebagai manifestasi para cendekiawan muslim melaksanakan dakwah bilisan, perlu mengupayakan jenis-jenis kegiatan yang di samping berorientasi pada hitech, sekaligus diarahkan pada mengatasi keterbelakangan umat, khususnya masalah kemiskinan dan kebodohan.
ICMI menyelenggarakan berbagai pemikiran, penelitian, dan pengkajian yang inovatif, strategis, dan antisipatif, serta berupaya merumuskan dan memecahkan berbagai masalah lokal, regional, nasional, dan global. Menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang sosial, budaya, ekonomi, politik dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan martabat rakyat kecil dan kaum yang lemah guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh umat di atas bumi ini.
Dengan demikian, cendekiawan bukanlah status, melainkan lebih merupakan panggilan nurani untuk peranan dan misi dalam masyarakat. Kecendekiawanan bukan terletak apakah pada seseorang memiliki ilmu ada atau tidak, melainkan terutama pada komitmen seseorang untuk melibatkan diri dari masalah-masalah kemanusiaan dan kemasyarakatan.
Seiring dengan itu, semangat kebangkitan ICMI di Organisasi Wilayah Lampung ditandai dengan tampilnya para tokoh dan kekuatan alternatif bagi perkembangan dan pembangunan di Provinsi Lampung. Kebangkitan ICMI ditunjang dengan adanya ledakan kaum terdidik (intelectual booming) yang di kalangan kelas akar rumput telah banyak melanjutkan sampai perguruan tinggi. Selamat berjuang ICMI-ku tercinta. n