Kehabisan Biaya Pengobatan, Lisna Rawat Adik yang berkebutuhan khusus dalam Kamar

Lisa (35), kakak Rusmini, terpaksa mengurung adiknya yang mengalami keterbelakangan mental di dalam kamar karena kondisi ekonomi, Kamis (29/12/2016). (Foto:Lampost/ Agus)

SUKADANA -- Rusmini (30) warga Desa Labuhanratu 1, Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur terpaksa dikurung dalam kamar oleh keluarganya selama 13 tahun, lantaran gadis yatim piatu tersebut mengalami kebutuhan khusus atau keterbelakangan mental.

Lisna, kakak Rusmini, saat ditemui Lampost.co, di rumahnya, Kamis (29/12/2016), mengatakan adiknya mulai memgalami kelabilan setelah lulus SMP.
Berawal dari soal kasmaran, setelah lulus SMP, Rusmini meminta menikah tapi kedua orang tuanya tidak merestui karena masih sangat muda. "Awalnya hanya ingin menikah karena masih sangat muda orang tua kami tidak merestuinya," kata Lisna.

Semenjak itu kejiwaan adiknya lambat laun mengalami perubahan, sering berjalan menyusuri jalan tanpa tujuan, bahkan pernah tidak pulang hingga 2 hari hanya berjalan terus, karena takut hilang dan hal-hal lainnya, keluarga Rusmini menyepakati untuk dikurung.
"Hingga saat ini sudah 13 tahun belum tersembuhkan juga," kata dia.

Terkait pengobatan menurut Lisna keluarga sudah melalukan semaksimal mungkin, bahkan sudah dibawa hingga ke Pulau Jawa, 10 tahun silam kata dia, biaya pengobatan untuk adiknya sudah habis banyak hingga menjual sawah, sapi dan lainnya yang bisa dijual.
"Kalau 100 juta sudah habis mas, tapi tetap belum sembuh," ujar gadis 35 tahun itu yang berprofesi sebagai buruh cuci serabutan.

Lisna memutuskan merawat adiknya dengan keadaan pasrah selain biaya untuk mengobati sudah tidak ada, kedua orang tuanya juga sudah meninggal dunia, dan saat ini Lisna hanya hidup satu rumah dengan adiknya (Rusmini) yang mengalami keterbelakangan mental itu.