2013-12-04 11:46:00
Kejagung Tahan Dua Orang PT Sang Hyang Seri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung menahan dua orang tersangka korupsi produksi dan penyaluran benih padi non hibrida dan kedelai fiktif tahung anggaran 2012 senilai Rp80 miliar dengan kerugian negara mencapai Rp12.592.336.780.

Dua orang yang ditahan yakni; Mantan Manajer Cabang Sang Hyang Seri tahun 2008 sampai 2011 Hartono dan Manajer Cabang Sang Hyang Seri dari 2011 sampai 2012 Subagyo.

Modusnya dengan menyatukan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) pemerintah (PSO) dan RKAP PT SHS Cabang Lampung Timur maka pemenuhan tugas pemerintah dianggap sebagai pemenuhan tugas perusahaan yang pada akhirnya mencapai target kinerja yang disusun dalam RKAP tersebut.

Hal itu mengakibatkan, beban berat diluar kemampuan PT SHS Cabang Lampung Timur yang menimbulkan praktek-praktek pemenuhan RKAP yang menyimpang yaitu ditemukan penyaluran benih fiktif oleh kantor cabang .

PT SHS mengadakan benih padi dan kedelai fiktif dilakukan dalam rangka pemenuhan target produksi yang ditetapkan dalam RKAP penyaluran dilakukan seolah-olah menyalurkan benih subsidi pada kios penyalur dengan disertai bukti faktur, Surat Pengantar Angkutan (SPA) tapi faktanya tidak disalurkan dan faktur tersebut dikirimkan pada PT SHS Pusat untuk di klaim pada kementrian pertanian.

Keduanya resmi menjadi tahanan kejaksaan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Sukadana, untuk tersangka Subagyo ditahan berdasarkan surat nomor sprin 1293/N.8.17/FT.1/2013 tanggal 3 Desember 2013, sedangkan tersangka Hartono berdasarkan surat perintah penahanan nomor 1291/N.8.17/FT.1/2013 tanggal 3 Desember 2013. Dengan pasal yang dikenakan pasal untuk keduanya yakni pasal 2 junto 18 UU Nomor 31/1999 subsider pasal 3 junto 18 dan lebih sub pasal 9 junto 18.

"Untuk penangkapan kali ini langsung dilakukan tahap II ke Kejaksaan Negeri Sukadana Lampung Timur karena penanganan kejaksaan dilakukan berdasarkan locus delicty nya, sedangkan jaksa yang menangani merupakan gabuangan jaksa dari kejari dan kejagung dan sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang," kata Juli Isnur salah seorang anggota Satgas Kejagung.

Sementara itu, diakui Juli masih terdapat tersangka lain dari PT SHS cabang Lampung Timur yang saat ini masih didalami. "Masih ada tersangka lain dan masih didalami," kata dia.

Kasi Penerangan Hukum Kejari Lampung, Heru Widjatmiko menyebutkan beberapa bukti telah diserahakan dari satgas Kejagung pada Kejari Sukadana, bukti tersebut berupa dokumen dan faktur penyaluran termasuk dokumen angkutan yang menjadi lampiran dari RKAP PT SHS cabang. "Ya sudah diserahkan semua, buktinya seperti yang ada dalam modus operandi. Tapi saya tidak tahu persisnya karena memang perkara ini dari awal ditangani Kejagung," kata dia. ()

Laporan : Agus Hermanto
Editor : Sulaiman

komentar facebook