2012-12-28 12:18:00
Kejari Ekspos Kasus Fidusia Adira ke Jakarta

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung segera mengekspos kasus dugaan korupsi dana fidusia yang melibatkan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. Perwakilan Lampung ke Jakarta. Proses penyidikan kasus yang diduga merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah ini disidik Kejari Bandar Lampung sejak sekitar enam bulan lalu. Namun, dalam perjalanannya kasus ini terkesan macet.

Kajari Bandar Lampung Priyanto melalui Kasipidsus Teguh mengatakan pihaknya sudah menyurati BPK Perwakilan Lampung dan BPK Pusat untuk melakukan audit atas kerugian negara di PT Adira Multifinance Perwakilan Lampung. Tapi, hingga kini tidak dilakukan. Jawaban dari BPK, mereka tidak memiliki kewenangan untuk melakukan audit karena yang lebih berwenang adalah BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Pusat.

"Minggu ini akan dilakukan ekspos kasus fidusia di Jakarta untuk menghitung besaran kerugian negara oleh BPKP," kata Teguh di ruang kerjanya, Jumat (14-10). Ekspos tersebut akan dihadiri beberapa Kejaksaan Negeri, termasuk BPK Perwakilan Lampung dan BPK Pusat.

Berdasar keterangan yang dihimpun Lampung Post, BPK Pusat telah memberi sinyal kepada BPK Perwakilan Lampung untuk segera mengaudit perusahaan pembiayaan yang diduga tidak menyetorkan dana fidusia ke lembaga fidusia di Lampung. Dengan tidak disetorkannya pendapatan negera dari bukan pajak, Lampung dirugikan hingga ratusan juta rupiah.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung meminta kepastian dari BPK terkait penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana fidusia. Pernyataan itu disampaikan Kajati pada peringatan Hari Bakti ke-51 Adhyaksa, Jumat (22-7). "Kami masih menunggu hasil penghitungan BPK apakah ada kerugian negara atau tidak. Kasus ini masih dalam proses," kata Kajati, didampingi Aspidus Teguh dan Kajari Bandar Lampung Priyanto.

Terkait kasus itu penyidik Kejati telah merampungkan berkas penyidikan dan ada beberapa orang yang akan dijerat sebagai tersangka. Selain itu, jaksa juga telah menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan fidusia. Meskipun demikian, jaksa penyidik juga masih harus melihat sejauh mana peran dan tanggung jawab orang tersebut dalam kasus dugaan korupsi fidusia.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi dana fidusia yang melibatkan PT Adira Dinamika Mulitifinance Tbk. Bandar Lampung bergulir sejak sekitar enam bulan lalu. Kasus itu diungkap Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Namun, hingga kini kasusnya masih belum jelas. (RIS/L-1) Foto: kabarbisnis.com

komentar facebook