Kemenpora Resmi Batalkan PON Remaja

Logo Kemenpora. antaranews.com

BANDAR LAMPUNG -- Kementerian Pemuda dan Olahraga akhirnya resmi membatalkan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja II, yang rencananya diadakan pada tahun 2017 di Jawa Tengah.
Pembatalan tersebut berdasar pada surat keputusan (SK) Menpora Nomor 110 Tahun 2016 tentang Pencabutan atas Keputusan Menpora Nomor 61 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemprov Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan PON Remaja II Tahun 2017. Kemudian SK tersebut diperkuat surat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat No. 2/74/UMM/XII/2016 yang ditujukan kepada masing-masing KONI Provinsi.
Dalam surat tersebut, disebutkan alasan pembatalan pergelaran Olahraga remaja terbesar di Indonesia tersebut, karena dalam rangka persiapan menghadapi single event/multi event baik tingkat nasional maupun internasional. Dalam surat tersebut ditekankan juga pembinaan prestasi berkesinambungam atlet harus tetap dilaksanakan.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Binpres KONI Lampung Julian Manaf mengatakan karena itu merupakan keputusan bersama dan dari pusat, mau tak mau harus segera dipatuhi. Berkurangnya multi-event tingkat nasional khususnya buat remaja, mau tak mau harus disiasati dengan mengirimkan mereka di berbagai single event masing-masing cabor guna meningkatkan jam terbang, apalagi di 2017 tersebut ada Popnas XIV yang dikelola Kemenpora dan Dispora.
"Mau enggak mau ya ikut hasil di pusat, tapi kita fokus untuk pembinaan, program pembinaan jangka panjang akan segera dimulai, kita juga siap men-support cabor yang ikut ke single event, baik remaja maupun senior," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (30/12/2016).
Julian menambahkan informasi ini memang belum didistribusikan ke seluruh pengprov cabor, akan tetapi nanti dipaparkan secara detail ketika rapat kerja antara KONI dan pengprov cabor secepatnya dan bertepatan dengan pembahasan program kerja di 2017 mendatang.
"Belum disosialisasikan sih kepada pengprov tapi nanti kami paparkan pas raker, di sana kami juga minta pengprov benar-benar menunjuk pelatih yang berkompeten dan bersertifikat yang menangani para atlet, pembinaannya pun haurs efektif minimal bisa meraih peringkat tiga besar nasional yang akan dimasukkan pembinaan jangka panjang," paparnya.