Kemitraan di Register 45 Berjalan Tanpa Peran Pemerintah

Suasana di Register 45 setelah dilaksanakannya kemitraan antara perambah dan pemegang ak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) berjalan tanpa peran pemrintah. (Foto:Dok.Lampost)

MESUJI--Kemitraan perambah yang ada di kawasan hutan Register 45, Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, berjalan tanpa ada peran dari pemerintah. Karena, sejak Dinas Kehutanan Mesuji ditarik ke Provinsi Lampung, peran pemerintah dalam kemitraan sama sekali tidak dirasakan.

Hal itu diutarakan Ketua Kelompok Tani perambah Register 45, Krisyadi, jika semua program yang dulu dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan Mesuji, kini tidak berjalan.

"Saat ini peran pemerintah tidak ada. Kita menganggap program-program dari dinas kehutanan yang sudah berjalan itu sebagai mandul," jelas Krisyadi saat dikonfirmasi, Jumat (6/1).
Meski begitu, ia menerangkan jika secara umum kemitraan antara perambah yang sudah dirangkul menjadi kelompok tani dengan PT Silva Inhutani sebagai pemegang hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) Register 45 berjalan cukup baik.

"Alhamdulillah berjalan lancar meskipun berbenturan dengan kondisi cuaca. Dan target menggarap 1000 hektare kami masih belum terpenuhi," lanjutnya.
Untuk situasi keamanan warga yang tinggal di Register 45, Kriyadi menilai jika semua masih cukup kondusif.