Kepala Kampung Lakukan Pelanggaran, Panwaslu Tuba Rekomendasikan Sanksi ke KPU

KPU Tulangbawang menggelar rapat membahas debat kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati beberapa waktu lalu. LAMPUNG POST/DOK

MENGGALA -– Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulangbawang mengirimkan surat rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dugaan keterlibatan kepala Kampung Morisjaya dengan sukarelawan salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati.

Ketua Panwaslu Tulangbawang Komi Pelda mengatakan surat rekomendasi dikirim hari ini.
Kepala Kampung Morisjaya dinilai Panwaslu melanggar PKPU No.12 tahun 2016 tentang perubahan PKPU No.7 tahun 2015 tentang Kampanye.

Menurutnya, dalam pasal 67 ayat 1 dijelaskan pejabat negara, pejabat daerah, aparatur sipil nanggota TNI/Polri dan kepala desa atau sebutan lain dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon.

Dia menjelaskan Panwaslu sudah memanggil kepala Kampung Morisjaya untuk klarifikasi dugaan pelanggaran pada 15 Desember lalu. Yang bersangkutan telah mengakui bahwa terjadi pertemuan sukarelawan salah satu calon di rumahnya. Namun, saat pertemuan berlangsung kepala kampung tersebut tidak ada di rumah.

“Jadi hanya ada isterinya, karena isterinya dekat dengansalah satu calon. Idealnya dia melarang atau setidaknya dapat berkoordinasi dengan Panwaslu walau ia tidak ada di lokasi,” jelasnya. Ia menerangkan Panwaslu merekomendasikan pelanggaran kepada KPU untuk menindaklanjuti kepada plt bupati Tulangbawang.

Ketua KPU Tulangbawang Reka Punnata mengaku telah menerima surat rekomendasi dari Panwaslu terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan kepala Kampung Morisjaya.

“Sudah kita terima, akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan pelanggaran administrasi atau teguran. Kami akan rekomendasikan yang bersangkutan kepada plt bupati untuk teguran dan pembinaan. Rekomendasi Panwaslu seperti itu, jadi kami ikuti,” katanya.