Kerja Nyata untuk Lampung Sejahtera

Pertumbuhan ekonomi di Lampung terlihat dari maraknya investor yang masuk dan kesejahteraan masyarakatnya. (Foto:Lampost)

SALAH satu tolok ukur kemajuan daerah adalah tingkat pertumbuhan ekonomi. Pada 2016 lalu, ekonomi Lampung tumbuh 5,15%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 sebesar 5,13%, dan masih di atas pertumbuhan nasional 5,02%.

Kinerja pertumbuhan yang membanggakan itu menjadi kado indah pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Provinsi Lampung pada 18 Maret 2017. Pencapaian pertumbuhan tersebut masih akan digenjot tahun 2017 ini dan ditargetkan mencapai 5,4% dan pada 2018 di level 5,5%.

Tidak mudah mencapai target tersebut, mengingat banyaknya tantangan dan ketidakpastian ekonomi global. Bank Indonesia Perwakilan Lampung merekomendasikan strategi terbaik mengejar target pertumbuhan 5,4%, yakni dengan mendorong investasi.

Untuk investasi, pemerintah telah menyiapkan kemudahan perizinan serta penyediaan infrastruktur yang memadai. Iklim investasi bakal semakin cerah setelah kelak megaproyek jalan tol trans-Sumatera yang melintasi Lampung selesai dibangun. Juga pembangunan prasarana lain, semisal penambahan dermaga baru, pembangkit listrik, bendungan, dan perluasan Bandara Radin Inten II.

Letak geografis Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera-Jawa juga sangat potensial untuk pengembangan industri. Dampak positif bakal dirasakan Lampung ketika nanti kapasitas industri di Pulau Jawa sudah mencapai titik jenuh. Pergeseran aktivitas ekonomi dari Pulau Jawa yang paling dekat hanya Lampung.

Pergeseran itu sudah pasti akan terjadi. Tidak saja mendekatkan diri dengan bahan baku pertanian dan perkebunan, tetapi juga sebagai kawasan prospektif bagi industri berbasis pariwisata di masa depan. Fenomena itu pun sudah dapat dilihat saat ini. Setiap akhir pekan atau libur panjang, kawasan wisata di Lampung dipadati pengunjung dari Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Akan tetapi, usaha mempertahankan pertumbuhan di atas 5% tidak bisa dilakukan hanya dengan menyiapkan pembangunan fisik semata. Dalam waktu bersamaan, pemerintah juga terus menyiapkan sumber daya manusia yang terampil serta modal sosial lainnya.

Untuk modal sosial, pekan lalu Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menerima penghargaan terbaik pertama atas penanganan konflik sosial tingkat provinsi se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan itu menjadi kebanggaan tersendiri dan membuktikan masyarakat Lampung yang sangat beragam ini dapat bersatu di bawah kepemimpinan yang baik dan tepat.

Penghargaan tersebut juga membuktikan semua cita-cita bisa tercapai apabila disertai dengan kesungguhan bekerja. Itu sejalan dengan tema hari ulang tahun ke-53 Provinsi Lampung tahun ini, yaitu kreativitas, inovasi, dan kerja nyata untuk Lampung maju dan sejahtera. *