Ketenaran dan Sisi Kelam George Michael

(Foto: Deadline)

London -- George Michael memasuki masa semi-pensiun dari karier bermusik pada 2008, menjauh dari sorotan publik dan memilih kehidupan yang lebih tenang.

Padahal sebelumnya, George Michael termasuk penyanyi yang memiliki karier gemilang.

Bersama teman sekolahnya, Andrew Ridgeley, George membentuk duo musik bernama Wham! George menikmati masa remajanya pada 1980-an dengan ketenaran. Duo musik ini berada di puncak kejayaan lewat singel Club Tropicana, Young Guns (Go For It), dan Last Christmas.

Sayangnya. kebersamaan itu tidak lama. Mereka memutuskan bubar dan merilis The Edge of Heaven pada 1986 sebagai lagu perpisahan.

Pria bernama lengkap Georgios Kyriacos Panayootou ini kemudian memulai karier solo yang sangat sukses, ditambah kolaborasi bersama penyanyi papan atas seperti Aretha Franklin dan Elton John.

Album Faith yang sukses besar pada 1988 dirilis ulang pada 2010.

Namun, karier George yang penuh kesuksesan bukan berarti tanpa rintangan. Ia pernah berurusan dengan proses hukum yang panjang saat berusaha melepaskan diri dari kesepakatan bersama label Sony, yang mencegahnya melakukan rekaman baru.

Begitu juga kala orientasi seksnya tak luput dari perbincangan, George kedapatan melakukan pelecehan seksual di sebuah toilet umum di Beverly Hills, California pada tahun 1998.

Insiden tersebut membuatnya mengaku bahwa ia memang seorang homoseksual. Ia juga mengakui hubungannya dengan pria Amerika bernama Kenny Goss.

Orientasi seks yang menyimpang, dikatakan George, tak luput dari pengalamannya kehilangan kekasih di usia 20-an. Kekasihnya Anselmo Feleppa meninggal akibat HIV, disusul ibunya beberapa waktu kemudian.

"Saya benar-benar menjalani hubungan pada usia 27, karena saya tidak bisa berdamai dengan seksualitas saya sampai usia 24 tahun," ujarnya seperti dilansir Mirror.

"Saya kehilangan pasangan saya karena HIV, dan butuh tiga tahun untuk berduka. Tak lama setelah itu saya kehilangan ibu saya. Rasanya seperti mendapat kutukan."

Pada 2006, George Michael terjatuh saat mengemudikan mobilnya. Ia akhirnya mengaku mengemudi dalam pengaruh obat-obatan, dan dilarang mengemudi selama 2 tahun.

Kurang dari sebulan setelah memutuskan vakum, George berurusan dengan hukum atas kepemilikan obat bius kategori A dan C, termasuk kokain.

Pada 2010, George mendekam di balik jeruji besi selama delapan minggu setelah menabrakan Range Rovernya ke sebuah toko. Dia juga dilarang mengemudi selama 5 tahun setelah mengakui kesalahannya menyetir di bawah pengaruh obat, dan membawa ganja.

Pada 2011, ia secara resmi mengumumkan perpisahan hubungan dengan Kenny Goss yang sudah berjalan 15 tahun.

George sempat berupaya mengangkat kembali namanya di dunia musik. Pada 2012, ia membawakan lagu dari album barunya selama penutupan Olimpiade London.

Pada saat itu, kesehatannya memang tengah memburuk. George Michael dikabarkan tengah berjuang melawan penyakit pnemonia yang hampir merenggut nyawanya pada 2011.

George juga sempat mengalami masalah kecemasan, yang membuatnya membatalkan tur Australia. Delapan belas bulan kemudian, ia mengalami cedera di kepala, disusul insiden jatuh dari mobilnya.

Awal bulan lalu produser musik Naughty Boy mengatakan tengah di studio bersama George Michael merampungkan materi album terbarunya. Sebuah film dokumenter berjudul Freedom juga tengah disiapkan untuk rilis pada Maret 2017.

Sayangnya, George tak akan pernah sempat melihat film tersebut. Musikus, penulis lagu, dan produser musik berkebangsaan Inggris ini telah meninggal dengan tenang di rumahnya, di Goring, Oxfordshire pada Natal (25/12/2016) waktu setempat.