2013-09-13 09:55:00
Kherlani-Muspida Bahas Permasalahan Pesisir Barat

KRUI (Lampost.co): Penjabat Bupati Pesisir Barat Kherlani menerima kunjungan Kapolres Lampung Barat (Lambar) AKBP Eko Widianto, Dandim 0422/Lampung Barat Letkol Inf. Sugiono, Kajari Liwa Rakhmat Triono, serta perwakilan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Negeri Agama Liwa, di ruang kerja Penjabat Bupati, Kamis (12-9), sekitar pukul 10.00.

Usai pertemuan, Kherlani mengatakan pertemuan pertama kali antara Pemkab Pesisir Barat dan Muspida Lambar sejak kabupaten itu lahir membahas beberapa perkembangan terkini, upaya menjaga keamanan dan ketertiban hingga percepatan pembangunan.

"Roda pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat sudah berjalan empat bulan 19 hari, ini pertemuan pertama kalinya dengan Muspida. Saya menceritakan proses lahirnya Pesisir Barat dan potensi yang bisa terjadi ke depan," ujar Kherlani.

Salah satunya mengenai agenda rapat akbar warga petani plasma dengan PT KCMU yang dijadwalkan Rabu (18-9), membahas beberapa persoalan lahan sawit yang belum menemui kata sepakat. Pemkab, kata Bupati, menginginkan ada solusi terbaik agar persoalan itu secepatnya selesai, juga tidak ada tindakan-tindakan negatif yang mengarah pada aksi anarki antara warga petani plasma dan PT KCMU.

"Karena itu, kami telah berkoordinasi dengan Kapolres dan juga Dandim, penting dilakukan pengamanan," kata mantan Wakil Wali Kota Bandar Lampung tersebut.

Hal lain yang masuk pembahasan menyangkut penerimaan CPNSD yang tengah berlangsung di Kabupaten Pesisir Barat. Dengan ada 400 formasi di bidang kesehatan, tenaga pendidik, dan teknis lainnya, Kabupaten Pesisir Barat menjadi buruan pelamar karena kuota penerimaan CPNSD 2013 mencapai 50 persen lebih dari seluruh jumlah rekrutmen CPNSD se-Provinsi Lampung dan berpotensi membeludaknya jumlah pelamar dan peserta tes CPNSD pada 3 Oktober mendatang.

Terlebih lagi tes CPNSD rencananya dilaksanakan di empat kecamatan, yaitu Karyapenggawa, Way Krui, Pesisir Tengah, dan Krui Selatan, sedangkan akses jalan yang ada hanya jalur lintas barat, yang memiliki lebar terbatas sehingga berpeluang terjadi kemacetan lalu lintas hingga persoalan lebih besar lainnya, seperti kecelakaan lalu lintas akibat tumpah ruahnya pelamar pada hari pelaksanaan tes.

"Untuk masalah itu, sudah saya koordinasikan juga dan memang sebetulnya untuk lokasi pelaksanaan tes CPNS harus benar-benar dikaji panitia, kalau tidak memungkinkan pelaksanaannya di Pesisir Barat jangan dipaksakan," ujar Penjabat Bupati.

Pertemuan antara Pemkab dan Muspida akan menjadi agenda rutin untuk membahas perkembangan terkini serta upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban kabupaten tersebut. "Pertemuan ini akan menjadi agenda rutin sebagai salah satu upaya tetap menjaga daerah ini menjadi daerah yang tetap aman dan kondusif," kata Kherlani. (CK3/L3)

komentar facebook