Kinerja DPR 2017 Tak akan Jauh Beda dari 2016

Gedung DPR RI. (Foto: Ant--Andika Wahyu)

Jakarta -- Memasuki tahun 2017, kinerja DPR diprediksi tidak akan mengalami perbaikan. Lembaga legislatif itu masih akan disibukkan dengan peristiwa-peristiwa politik nasional.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Djadijono mengatakan, prediksi itu terlihat dari wajah politik tahun 2016. Selain itu, pada tahun 2017 juga akan banyak peristiwa politik yang cukup menyita perhatian.

"Kinerja DPR di tahun 2017 diperkirakan belum akan mengalami perbaikan," tutur Djadijono di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/1/2016).

Salah satu peristiwa politik yang akan dihadapi pada awal tahun 2017 ini adalah Pilkada serentak pada Februari mendatang di 101 wilayah di Indonesia. Hal ini, dinilai Djadijono akan cukup menguras waktu dan energi para anggota dewan.

Kemudian, pada tahun 2017 juga akan dilaksanakan seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Belum lagi soal revisi Undang-Undang pemilu, baik legislasi dan presiden yang akan berkaitan langsung derngan kepentingan politik partai-partai yang menjadi induk organisasi seluruh anggota dewan.

"Tidak hanya itu, pada 2017, salah satu agenda pelaksanaan fungsi anggaran DPR adalah pembahasan APBN-P 2017 dan APBN 2018," tutur dia.

Djadijono mengatakan, hal tersebut patut diduga, terkait dengan pembahasan anggaran, DPR akan memanfaatkan momen ini sebagai ajang bargaining position dengan pemerintah demi kepentingan anggota dan parpol demi memenangkan perebutan kekuasaan pada Pemilu 2019.

Usulan dana parpol dari kucuran APBN yang mencapai Rp1 triliun per parpol, kata dia, bukan mustahil akan jadi isu yang mewarnai dinamika di internal fraksi-fraksi di DPR dan hubungan dengan pemerintah dalam proses pembahasan anggaran.

Pada akhirnya, kata dia, dengan mencermati dinamika politik di DPR pada 2016, ia percaya dinamika serupa bakal terulang pada 2017. "Karena itu rakyat masih harus bersabar melihat sebagian besar pelaksanaan fungsi DPR yang akan sangat pro kepentingan politik sesaat," tutur dia.