KPK Kembali Periksa Ketua DPR Setya Novanto

Ketua DPR Setya Novanto (tengah) usai diperiksa penyidik KPK, Selasa (13/12/2016). Antara Foto/Sigid Kurniawan

Jakarta -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Ketua DPR RI Setya Novanto terkait korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Saat ini, Novanto sudah di kantor KPK.

Tiba pukul 09.30 WIB, Novanto ditemani politikus Partai Golkar Nurul Arifin dan pengacaranya Rudi Alfonso. Menurut Novanto, pemeriksaan hari ini untuk melengkapi pemeriksaan Selasa 13 Desember 2016.

"Ini kan dalam menindaklanjuti ada hal-hal yang masih kurang," kata Novanto di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Dugaan keterlibatan Novanto dalam korupsi proyek KTP-el disampaikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Nazar menyebut Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatur proyek ini.

Novanto, kata Nazar, kecipratan fee 10 persen dari Paulus Tannos, pemilik PT Sandipala Arthaputra, perusahaan yang masuk anggota konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia. Konsorsium ini memenangi tender proyek e-KTP.

Wartawan di kantor KPK mengonfirmasi kabar pertemuan Novanto dengan perusahaan pemenang tender KTP-el, pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu tak mau komentar. "Saya serahkan kepada penyidik."

Selain Novanto, hari ini, penyidik KPK juga memanggil Anas Urbaningrum dan Nazar untuk dimintai keterangan terkait kasus proyek KTP-el. Novanto, Anas, dan Nazar, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto.

Dalam catatan KPK, proyek KTP-el tidak memiliki kesesuaian dalam teknologi yang dijanjikan pada kontrak tender dengan yang ada di lapangan. Sesuai perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), proyek itu merugikan negara Rp2 triliun.