KPK Pelajari Laporan Dugaan Korupsi Anies Baswedan

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelaah laporan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh Anies Baswedan saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Perkara yang dilaporkan adalah terkait acara pameran buku di Jerman pada 2015.

"Yang bisa kita konfirmasi memang benar ada pelaporan (penyalahgunaan kewenangan oleh Anies Baswedan), dan seperti semua laporan atau pengaduan yang masuk, kami akan telaah," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dihubungi Jumat 10 Maret 2017.

Menurutnya, laporan tersebut masuk pada Kamis 9 Maret dan sudah diterima pihak Pengaduan Masyarakat KPK. Pada proses tersebut berkas yang dilaporkan ditelaah terlebih dulu untuk menungkap ada atau tidaknya indikasi korupsi.

"Akan kita lihat apakah ada indikasi korupsi atau tidak," kata dia.

Dihubungi terpisah, Andar Mangatas Situmorang, mengaku telah melaporkan Anies Baswedan ke KPK atas dugaan penyimpangan penggunaan dana pada pameran buku di Frankfurt, Jerman pada 2015.

Dia menduga, acara yang digelar selama tiga hari dan menghabiskan anggaran negara Rp146 miliar itu, ada unsur tindak pidana korupsi. "Bandingkan biaya Raja Arab dengan rombongan 1.500 orang ke Jakarta hanya Rp160 miliar," ujarnya.

Sang Pendobrak dari Pulau Samosir

Andar yang menjuluki dirinya sebagai sang pendobrak dari Pulau Samosir itu menduga Anies telah melakukan praktik korupsi dengan modus penyalahgunaan wewenang.

"Diskusi di sana juga membahas dua novel picisan yang materinya memuat betapa kejamnya pemerintah Indonesia pada 1965 yang membunuh anggota PKI. Nenjelek-jelekan bangsa sendiri," ujarnya.

Selain itu, Anies juga disebutnya tak melibatkan pejabat Kemendikbud, kedutaan di Jerman, serta Komisi VI DPR.

"Mendikbud (Anies) hanya mengajak orang luar. Uang yang dihabiskan juga tanpa sepengetahuan ketua DPR RI cq Komisi VI bidang pendidikan. Juga tanpa melibatkan kedutaan kita di sana," kata dia.