KPU Tubaba Tunda Penetapan Umar-Fauzi Sebagai Bupati

penetapan Calon bupati Umar Ahmad dan calon wakil bupati Fauzi Hasan atas kemenangan mereka dalam Pilkada 15 Februari 2017 lalu, belun ditetapkan oleh KPU. (Foto:Dok.Lampost)

PANARAGAN--Komisi pemilihan umum (KPU) Tulangbawang Barat (Tubaba) belum dapat memastikan penetapan calon bupati Umar Ahmad dan calon wakil bupati Fauzi Hasan atas kemenangan mereka dalam Pilkada 15 Februari 2017 lalu.

Hal tersebut terkendala dengan Peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) No.3 dan 7 tahun 2016, tentang penetapan calon terpilih tanpa PHP di Kabupaten/Kota dijadwalkan 8 sampai 10 Maret 2017, kata Ketua KPU Tubaba, Ismanto Ahmad, Jumat (10/3/2017).

"Kita masih menunggu surat pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi (MK) tentang ada tidaknya gugatan pengajuan perselisihan hasil pemilu (PHP)," ujarnya.
Hal tersebut, kata Ismanto, tertuang dalam surat edaran KPU RI Nomor 199/KPU/III/2017, tentang penetapan pasangan calon terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan ditunda.

Padahal sebelumnya Ketua KPU mengatakan pasca rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pencoblosan lalu, bahwa jadwal penetapan calon bupati dan calon wakil bupati terpilih akan dilakukan tanggal 8--10 Maret 2017.

"Terpaksa jadwal yang sudah kita susun itu tidak dapat diikuti karena MK baru menerbitkan surat keterangan yang menyataan tidak terdapatnya perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah pada 13 Maret 2017 nanti," ujarnya.

Untuk itu KPU setempat akan melakukan penyesuaian kembali jadwal penetapan calon sesuai dengan instruksi KPU RI itu. "Kita rencananya akan menggelar rapat kordinasi Panwaskab setelah ada surat pemberitahuan dari MK nanti," kata dia.

Sebelumnya, KPU Tubaba mengumumkan perolehan suara Pilkada pasangan calon tunggal Umar Ahmad dan Fauzi Hasan, meraih 168.736 suara atau 96,75 persen dari total suara sah. Sedangkan kotak kosong hanya mendapat 5.672 suara atau 3,25 persen.