Kronologi Tewasnya Junior STIP di Tangan Senior

Kapolres Jakarta Utara Kombes M. Iqbal berbicara dengan tiga mahasiswa yang diduga terlibat penganiayaan dan pembunuhan siswa STIP, Marunda, Sabtu (26/4/2014). Foto: MI/Immanuel Antonius

Jakarta -- Kasus penganiayaan terhadap Amirulloh Adityas Putra, siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara, berawal pada pukul 17.00 WIB, kemarin. SM, terduga pelaku, mengajak pelaku lainnya berkumpul dan merencanakan penganiayaan kepada junior.

Pukul 22.00 WIB, SM memanggil enam taruna tingkat 1 untuk berkumpul di lantai dua, kamar M-205, gedung Dermotery ring empat, kampus STIP. Satu per satu taruna tingkat satu datang ke lokasi yang sudah ditentukan terduga pelaku.

Di sana, para senior memukuli para korban secara bergantian dengan tangan kosong. Pukulan diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati. Tibalah giliran Amirulloh. Seperti korban lainnya, ia dipukul di perut, dada, dan ulu hati.

"Pada pukulan terakhir oleh pelaku W, korban ambruk ke dada pelaku W," kata Kapolsek Cilincing Kompol Ali Yuzron saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Rabu (11/1/2017).

Para pelaku bersama beberapa orang yang menyaksikan peristiwa itu mengangkat Amirulloh ke tempat tidur di dekat lokasi pemukulan. Melihat korban hanya diam, para pelaku panik, lalu menghubungi senior tingkat empat, dilanjutkan ke pembina dan petugas medis STIP.

Sekitar pukul 00.15-01.45, dini hari tadi, dokter STIP memeriksa kondisi Amirulloh. Pukul 02.00 WIB, kasus ini dilaporkan ke polisi. "Mengetahui kondisi korban tidak bernyawa, setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Cilincing," ujar Ali.

Polisi sudah memeriksa terduga pelaku, yakni SM, WH, I, dan AR. Polisi mengambil barang bukti berupa satu botol minyak tawon, satu botol minyak telon, satu gayung mandi, satu gelas, dan dua puntung rokok.

Pemeriksaan juga dilakukan kepada para saksi kejadian, yakni AWP, AGI, LMN, RJ, AS, dan J. Mereka merupakan taruna tingkat dua.

"Kejadian tersebut merupakan insiden ketiga, sebelumya terjadi pada 2012 dan 2013," kata Ali.