Kunjungan Paus ke Mesir Tingkatkan Hubungan Muslim-Katolik

Paus Franciskus. (Foto : Antara)

VATIKAN--Paus Fransiskus menerima undangan ke Kairo pada 28--29 April 2017 dari Presiden Abdel Fattah al-Sisi, uskup Katolik, Paus Gereja Koptik Alexandria dan otoritas Islam tertinggi negara itu, Al-Azhar, Vatikan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Umat Kristen, yang sebagian besar Koptik Ortodoks, mencapai sekitar 10 persen dari penduduk Mesir. Mesir merupakan negara yang sebagian besar warganya merupakan umat Muslim Sunni. Kekerasan sektarian kadang-kadang meletus, penyebabnya antara lain adalah sengketa yang berkaitan dengan bangunan gereja, perpindahan agama dan hubungan antar umat beragama.

Paus Fransiskus memusatkan perhatiannya untuk meningkatkan hubungan antar agama sejak pemilihannya pada 2013, dan tahun lalu ia bertemu dengan imam besar dari Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb di Vatikan.

Pertemuan itu mencairkan hubungan setelah Al-Azhar, sebuah Masjid berusia 1.000 tahun dan juga pusat pendidikan, memutus hubungan dengan Vatikan pada 2011, terkait apa yang disebut hinaan berulang terhadap Islam dari pendahulu paus Fransiskus, Paus Benediktus.

Benediktus mengecam apa yang disebutnya "strategi kekerasan dengan target orang-orang Kristen " terkait peristiwa serangan bom di luar sebuah gereja di kota Alexandria, Mesir yang menewaskan 23 orang.