2012-11-16 13:48:00
LAMBAR: Kopi Luwak Pikat Jepang dan Amerika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Lampung masih menjadi eksportir kopi robusta terbesar di Indonesia. Sejumlah perajin kopi luwak di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung, menyatakan bahwa tingkat permintaan kopi luwak dari konsumen lokal dan asing masih dalam kondisi relatif cukup baik. Setiap minggu, angka permintaan mencapai 15 kilogram. "Untuk harganya, masih sekitar Rp600 ribu per kilogram," kata Winarni, perajin kopi luwak di Waymengaku, Lampung Barat, Jumat (16-11).
Menurut dia, keuntungan membuat kopi luwak memang lebih banyak karena sebanding dengan proses pembuatannya yang rumit."Biji kopi dimakan luwak, keluar, kita cuci dan jemur kering. Setelah itu, kita buang kulit ari kasarnya. Lantas cuci bersih lagi sampai kulit arinya hilang. Jemur kembali dan baru disangrai," tambah dia.
Produksi kopi paling rendah dihasilkan dari 60 ekor luwak, bisa mencapai satu kuintal per bulan. "Tetapi untuk kopi robusta pilihan non luwak, seminggu bisa terjual 75 kilogram," kata dia, seraya menambahkan bahwa harga kopi nonluwak Rp60 ribu/kg.
Kopi merupakan komoditas unggul masyarakat. Dinas Perkebunan Lampung Barat pada tahun 2011 mendata luas areal tanaman kopi di daerah bermoto "Beguai Jejama Sai Betik" ini mencapai 60.000 ribu hektare lebih. Ekspor kopi dari daerah ini ke negara konsumen, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa per tahun sekurang-kurangnya 250 ribu ton/tahun. (ANT/L-1)

komentar facebook