2013-02-19 09:26:00
LAMPUNG SELATAN: Harga Cengkih Tinggi, Stok Minim

KATIBUNG (Lampost.co): Harga cengkih makin bersinar saja di wilayah Katibung, Merbaumataram, dan Way Sulan, Lampung Selatan, yang pada minggu ketiga Februari ini mencapai angka Rp105 ribu/kg.

Harga tersebut, menurut sejumlah petani, tergolong tinggi. Sayangnya, petani tak biasa menikmati tingginya harga tersebut karena panen cengkih sudah berakhir beberapa waktu lalu.
"Harga bagus, tetapi sangat disayangkan tak dapat dinikmati petani pemilik kebun cengkih karena panen sudah berakhir beberapa waktu lalu," ujar Rahman, warga Dusun Talanggenjer, Katibung, kemarin.

Menurut dia, yang mungkin masih dapat meraup rupiah cukup banyak adalah bagi mereka yang masih menyimpan cengkih kering. Apalagi rempah-rempah ini bisa disimpan dalam jangka waktu yang panjang.

Beberapa pedagang pengumpul juga mengakui jika harga cengkih ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu beberapa tahun ini. Bahkan, pedagang memprediksi harga cengkih bisa naik lagi karena stok di petani minim saat ini.

"Dugaan saya harga mungkin akan naik lebih tinggi lagi karena stok pekebun sudah langka, sementara musim panen masih lama," ujar Marzuki, pedagang hasil bumi di Katibung.
Ia mengakui jika kenaikan harga cengkih yang tinggi ini bisa dinikmati oleh mereka yang masih menyimpan cengkih.

Harga cengkih yang terus membaik ini juga memberikan stimulan kepada petani di Lampung Selatan untuk kembali menanam tanaman rempah yang pernah jaya di era 1980-an ini.
"Banyak petani yang sudah mulai menanam kembali ladangnya dengan cengkih, apalagi serangan hama penyakit tanaman ini yang dulu menjadi momok pun sudah tidak lagi merebak," ujar Zarzuni, petani di Lampung Selatan. (USD/E-1) Foto: Antara

komentar facebook