2013-05-11 23:11:00
LAMPUNG UTARA: Korban Perbudakan Pabrik Kuali Berangsur Membaik

BLAMBANGAN PAGAR (Lampost.co): KONDISI sembilan warga Desa Blambangan, Blambangan Pagar, Lampung Utara, yang menjadi korban perbudakan di pabrik kuali di Tangerang berangsur membaik.

Kepala Desa Blambangan Pagar Sobri Wirawan, mengatakan kesembilan warganya yang mengalami trauma setelah penyiksaan korban perbudakan di Tangerang, Banten, sepekan lalu berangsur membaik.

Upaya pemulihan mental bagi korban melalui pengawasan yang dilakukan sejumlah pihak, seperti tim medis Dinas Kesehatan, aparat keamanan maupun pihak keluarga. Dengan ini, kepercayaan diri para korban akan pulih, khususnya beban psikologis yang dialami setelah perbudakan.

Mengenai penanganan kasus, pihak keluarga korban telah menyerahkan kasus tersebut ke Komnas HAM, Kompolnas, dan Kontras, serta Lembaga Penjaminan Saksi dan Korban (LPSK).
”Selain proses hukum berjalan, para korban meminta hak gaji selama menjadi korban perbudakan dipenuhi pihak perusahaan,” kata Sobri menirukan perkataan pihak korban.
Sembilan korban tersebut, di antaranya Majid (19), Andi Gunawan (20), Junaidi (22), Rizal Putra (18), Adi Putra (22), Arifudin (19), Iwan Kuniawan (21), Herpansyah (21), dan Miasyanto (18)

Salah satu korban, Andi Gunawan, mengakui dirinya masih mengalami trauma kekerasan fisik yang dialami selama diperkerjakan di perusahaan itu.

”Secara fisik luka yang saya derita berangsur membaik, tetapi trauma akibat kekerasan yang saya alami masih sering terbayang. Meski demikian, sedikit demi sedikit mulai berkurang,” kata dia.

Untuk proses hukum, dia meminta aparat keamanan dapat mengusut tuntas kasus ini.
Menyoal bantahan pemilik perusahaan, Juki Irawan, yang mengaku dirinya tidak melakukan kekerasan fisik pada para buruh, Andi siap dijadikan saksi bahwa bantahan pemilik perusahaan itu tidak benar. ”Saya dan kedelapan teman saya siap menjadi saksi dalam kasus ini,” kata Andi. (HAR/YUD/D-2)

komentar facebook