2014-02-03 12:00:00
LJ dan BAJ Tampung Singkong Perambah Register 45

MESUJI (Lampost.co): Perambah di Hutan Register 45 Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji, bertahan menanam singkong karena hasil panennya ditampung dua perusahaan besar tapioka di wilayah tersebut.

Dua perusahaan tersebut yakni pabrik tepung tapioka PT Lambang Jaya (LJ) di Desa Sukaagung, Kecamatan Way Serdang, dan pabrik tepung tapioka PT Bumi Acid Jaya (BAJ) di Kabupaten Tulangbawang.

Hasil penelusuran Lampung Post, dua perusahaan besar itu yang secara rutin menampung singkong perambah, baik wilayah Moro-moro maupun lokasi yang baru diduduki sepanjang Jalintim.

Bahkan, salah satu pabrik, yakni PT BAJ, ternyata bagian dari Group BW, sama dengan PT Silva sebagai pemegang hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) Register 45.

Penelusuran Lampung Post, dari lima lapak singkong di seputaran Register 45 yang menampung singkong perambah, dua lapak secara rutin menjual ke PT Lambang Jaya di Kabupaten Mesuji dan tiga lapak rutin menjual ke PT BAJ Kabupaten Tulangbawang.

Dua lapak yang menyetor ke PT Lambang adalah lapak milik Apuk di Kecamatan Tanjungraya dan lapak milik Munip di Kecamatan Simpangpematang. Setiap hari, rata-rata dua pabrik itu menerima 8 ton singkong dari para perambah.

Sementara yang rutin menyetor ke PT BAJ Bumi Waras Grup adalah lapak milik Akuet, milik Yusuf, di Kecamatan Simpangpematang, dan milik Supri di Simpang D kawasan Moro-moro Register 45.

"Harga singkong sekarang Rp730/kg. Lapak kami menjual singkong ke PT BAJ. Pasokan singkong datang dari perambah," kata petugas lapak milik Akuet, saat ditemui di lapak singkongnya, Rabu (22/1).

Di sisi lain, para perambah mengaku hanya bisa menjual ke lapak-lapak terdekat saja jika singkong yang dipanen dalam jumlah kecil. "Saya sering menjual singkong ke lapak-lapak saja karena panen singkong saya hanya satu mobil Colt Diesel. Jika satu truk Fuso, baru bisa jual ke PT (pabrik)," ujar seorang perambah yang tengah menjual singkong ke lapak.

Pihak PT BW mengaku tidak tahu jika singkong dari perambah masuk ke salah satu perusahaan BW. "Saya tidak tahu soal itu. Kalau enggak salah, dulu sempat tidak boleh," kata Humas PT BW Fitri, yang dikonfirmasi Lampung Post mengikuti rapat di Rumah Dinas Bupati Mesuji membahas kemitraan untuk perambah di Register 45 pada Selasa (28/1) lalu. (*)

Laporan : Tim Lampung Post--/D2

komentar facebook