2012-11-07 12:51:00
Luas Tanaman Ubi Kayu di Waykanan Meningkat

WAYKANAN (Lampost.co): Minat petani di Kabupaten Waykanan, Lampung untuk menanam ubi kayu yang meningkat, mendorong adanya penambahan luas tanam komoditas itu hingga September 2012 dibandingkan tahun lalu.

"Luas tanam ubi kayu tahun 2011 seluas 15.698 hektare, dan sekarang dilaporkan telah meningkat menjadi 17.305 hektare," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan, Amalia Rizkiyanti, saat dihubungi dari Bandarlampung,
Rabu (7-11).

Sejumlah petani ubi kayu atau singkong mengaku, harga atas komoditas itu masih bagus, pada kisaran Rp800 per kilogram pada pekan kedua November 2012.
Faktor daya jual yang bagus diperkirakan turut mendorong terjadi peningkatan luas tanam atas komoditas tersebut.

"Luas tanam ubi kayu tertinggi berada di Kecamatan Negarabatin, tercatat seluas 5.403 hektare," ujar Amalia Rizkiyanti.

Selain itu, di Kecamatan Pakuanratu, petani setempat menanam komoditas itu
di lahan seluas 2.759 hektare, dan di Kecamatan Blambanganumpu pada lahan seluas 2.716 hektare, serta di Kecamatan Negeribesar seluas 1.888 hektare.
Amalia merinci pula, areal tanam ubi kayu (singkong) di Kecamatan Negeriagung mencapai 1.741 hektare dan di Kecamatan Banjit seluas 663 hektare.

Luas tanam pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga "euphorbiaceae" ini, di Kecamatan Gununglabuhan, menurut dia, terpantau mencapai 607 haktare, dan di Kecamatan Baradatu tercatat pada lahan seluas 576 hektare, di Kecamatan Buaybahuga tercatat seluas 274 haktare, Kecamatan Waytuba seluas 199 haktare, kemudian di Kecamatan Bumiagung seluas 172 haktare, dan di Kecamatan Kasui seluas 164 haktare.

Areal budidaya singkong di Kecamatan Bahuga seluas 138 haktare, dan di Kecamatan Rebangtangkas seluas 35 hektare, ujar Amalia Rizkiyanti. Ubi kayu merupakan salah satu komoditas utama yang dihasilkan petani di Lampung, serta terus dikembangkan menjadi bahan olahan makanan maupun sumber energi alternatif (etanol dan gas metana). (ANT/L-4)

komentar facebook