Macet karena Antre Masuk ke TNWK, Berkah Bagi Pedagang

Ratusan mobil antre untuk membeli tiket di pintu gerbang Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Minggu (1/1/2017). (Foto:Lampost/Agus Susanto)

SUKADANA--Taman Nasional Way Kambas (TNWK) ternyata masih menjadi salah satu lokasi wisata yang diminati masyarakat untuk mengisi masa libuan. Termasuk libur Tahun Baru 2017, ratusan pengunjung dengan kendaraan terlihat antre di depan pintu gerbang menuju masuk Pusat Konservasi Gajah (PKG).

Pantauan Lampost.co, Minggu (1/1/2016) tepat di pintu gerbang hanya terdapat dua tempat pelayanan pembelian tiket sedangkan yang hendak membeli tiket jumlahnya ribuan, dengan kemacetan tersebut membuat kecewa pengunjung. Sementara di sisi lain membuat senang warga sekitar karena bisa menjajakan dagangannya dan menawarkan kepada pengemudi mobil yang berhenti.

Dagangan yang dijajakan berupa jagung rebus, pisang, nangka, dan berbagai macam minuman. Pedagang seperti mendapat berkah di tahun baru 2017. Seperti yang di ungkapkan Yuni (34) pedagang jagung rebus yang berkeliling menawarkan di setiap mobil yang berhenti. Dari pukul 08.00 hingga 16.00 Yuni bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp200 ribu. "Lumayan sehari ini dapat untung Rp200 ribu, pedagangnya juga banyak banget, kalau setiap hari libur seperti ini warga sekitar kami sangat diuntungkan," kata dia.

Memurutnya, ramainya pengunjung pernah terjadi di era tahun 2000 an, namun sekitar 2006 pengunjung TNWK semakin sepi. Mulai ramai lagi tahun 2016. "Sudah 11 tahunan TNWK sepi, baru kali ini bisa macet dan kami bisa cari rejeki," ujar Yuni yang tinggal di sekitar Palng Ijo.
Di dalam PKG pun tidak ada hiburan yang istimewa atau menakjubkan tak lain hiburan yang bisa dinikmati pengunjung hanya menunggang gajah dan melihat atraksi gajah, selain itu hanya bisa duduk duduk bersama keluarga di bawah pohon-pohon dengan alas yang dibawa sendiri oleh pengunjung.
Siti bersama keluarganya dari Bogor sengaja datang ke Lampung hanya ingin melihat TNWK yang katanya banyak di huni gajah. Namun, sampai di PKG pun Siti bersama kelarga hanya bisa melihat gajah di sekitar atraksi dan di kandang gajah dan duduk santai bersama keluarga. "Seharusnya dibuat tempat hiburan untuk anak jadi anak- anak akan lebih betah bermain di PKG ini," ujar Siti.

Sementara itu, Kepala Seksi 1 TNWK Arifin mengatakan jumlah pengunjung baik roda 4 dan roda 2 cukup signifikan kenaikan jumlahnya jika dibanding dari tahun sebelumnya. Namun Arifin belum bisa memberikan data pastinya jumlah pengunjung TNWK karena perekapan baru akan di lakukan malam ini.
Terkait tiket masuk untuk parkir mobil Rp10 ribu, kalau tiket orang Rp 7.500/orang dan asuransi Rp2.000/orang.