2012-11-09 08:58:00
Masa Berlaku KTP Non Elektronik Diperpanjang

JAKARTA (Lampost.Co): Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, mengatakan pemberlakuan KTP non elektronik yang semula hingga 31 Oktober 2012, diperpanjang menjadi sampai 31 Oktober 2013. Hal ini, kata Mendagri dalam konferensi pers di Kemendagri, Kamis (8-11) sebagai dampak dari belum terpenuhinya semua kebutuhan e-KTP pada tahun 2012. Perpanjangan ini dilakukan dengan melakukan perubahan UU No.26/29 menjadi PP No.35/2010. Perubahan PP ini sudah mendapat persetujuan Presiden.
Menurut Mndagri, pihaknya sedang mempersiapkan perubahan UU No.23/2006 dengan perubahan mendasar pemberlakuan masa e -KTP dari 5 tahun menjadi seumur hidup. Rencana perubahan UU ini jugasudah mendapat persetujuan Presiden dan mendapat dukungan penuh Komisi II DPR. Dengan terbitnya PP No.67/2011, dan jika perubahan UU No.23/2006 selesai dalam waktu dekat, maka KTP lama berlaku lokal dengan masa berlaku 5 tahun, sedang e KTP berlaku nasional dengan masa berlaku seumur hidup.
Khusus mengenai perekaman e-KTP dengan target 172.015.400 wajib KTP dengan batas waktu penyelesaian sampai 31 Desember 2012,ternyata selesai pada 6 November 2012 atau lebih 55 hari dari target. Bagi kabupaten/kota yang perekaman e KTP belum mencapai target serta yang telah over target tetap wajib meneruskan perekaman secara massal sampai semua wajib KTP melakukan perekaman dengan batas waktu paling lambat 31 Desember 2012.
Dari evaluasi yang dilakukan, sampai 7 November 2012, dari 497 kabu/kota yang melaksanakan perekaman e - KTP, terdapat 217 kab/kota yang telah mencapai target (program 2012). Slain itu, 206 kab/kota over target, dan 74 kab/kota belum mencapai target. Kabupaten/kota yang over target yakni Padang Pariaman, Limapuluh Kota, Karang Asem, Kepulauan Sula, sragen, Keiri, Bombana, Bungo, Sungai Penuh, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Rokan Hulu, dan Kapuas Hulu.
Kab/kota yang tercepat penyelesaian targetnya masing-masing Rokan hulu, Padang Pariaman, Kapuas Hulu, Limapuluh Kota, Nias Barat, Kediri,Bombana, Bungo, Bengkulu Utara, dan Sragen. Kabupaten yang tertinggi hasil prekamannya masing-masing Bogor, Kabupatn Bandung, Malang, Kota Bandung,Jember, Sukabumi, Tangerang, Cianjur, Karawang, dan Banyumas. (HES/L-1)

komentar facebook