Medi Sujud di Kaki Ibunya Sambil Menangis

Bripka Medi Andika dalam persidangan lanjutan di PN Tanjungkarang. (Foto:Dok.Lampost)

BANDAR LAMPUNG--Sidang lanjutan kasus mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung, M Pansor, dengan terdakwa Brigadir Medi Andika Kembali digelari di Pengadilan Negeri tanjungkarang, Senin (20/3/2017).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi peringan dari terdakwa, Medi menghadirkan Firmawati ibu kandungnya sendiri. Dipenghujung kesaksianya Hakim Ketua Minanoer Rahman, memberi kesempatan kepada saksi untuk memeluk anaknya.

Keduanya lalu menangis, dan tak lama Medi menunduk untuk mencium kaki ibunda. Kejadian ini tak pelak membuat haru ruang sidang. Hakim kembali memberikan kesempatan kepada Medi untuk menghadirkan saksi yang dianggap dapat meringankan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Meski hakim telah mengatakan tidak mewajibkan setiap saksi memiliki ikatan darah, tapi Firmawati tetap bersekukuh memberikan keteranganya.

Dalam kesaksianya Firmawati, meyakini jika terdakwa sekaligus anaknya itu tidak bersalah. Menurutnya, tersangka dalam kasus ini bukan Medi, "Medi orang baik dan penurut kepada orang tua. Bahkan Medi tak sanggup untuk memotong ayam. Apalagi untuk membunuh dan memotong rekannya, M Pansor," katanya dipersidangan.

Dia menceritakan sebelum terjadinya kasus tersebut, dia pernah menyuruh terdakwa Medi untuk memotong ayam jelang Lebaran, tapi Medi tidak sanggup dengan alasaan tidak tega. "Yang saya tau Medi juga tidak pernah berbohong" katanya.

Menurut Firmawati, saat ini anaknya tersebut telah menempati rumah di Permata Biru sejak 1990, pada tahun 2013 lalu dirinya merenovasi rumah itu tujuanya supaya Medi menempati kediaman itu, "Rumah itu ditempati Medi sejak 2014 setelah renovasi 2013 lalu hingga menikah. Saya juga masih sering berkunjung ke sana," kata Firmawati.

Firmawati mengaku pada 15 April 2016 lalu dia bertemu dengan Medi sekitar pukul 20.00 Wib. Saat itu dia datang mengunjungi Medi, karena tidak memberitahu sebelumnya kepada terdakwa, bahwa dia akan datang, Firmawati menghubungi Medi saat akan sampai di rumahnya. Karena dianggap Medi tidak memberi tahu ibunya akan datang, istri dari terdakwa Medi marah kata perempuan yang berdomisili di Kabupatem OKU Timur ini dalam kesaksianya.

"Saya ingat pada pukul setengah 7 malam saya menghubungi Medi, kalau saya mau berkunjung. Niat saya waktu itu ingin membeli seragam di Pasar Bambu Kuning untuk acara sunatan cucu saya di Bandung pada bulan Juli. Saya menginap di Permata Biru hingga Minggu malam" ujar Firmawati dihadapan JPU Agus Priambodo.
Karena Hakim Anggota Yus Enidar kurang meyakink kesaksian dari Firmawati, majelis mengingatkan saksi untuk berkata jujur sebab jaksa memiliki bukti IT dimana pada 15 April lalu Tarmidi, rekan terdakwa mengupload foto dimedia sosial saat dirumah Medi, namun saksi Firmawati mengatakan kala itu tak melihat Tarmidi di rumah terdakwa.