Megawati Anggap Tiga Orang Ini Kader Setia PDIP

Megawati Soekarnoputri. Antara Foto

Jakarta -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih kepada kader setia PDI Perjuangan. Secara khusus, ia menyebut nama Jacob Nuwa Wea, Alexander Litaay, dan Mangara Siahaan.

Megawati mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena PDI Perjuangan mampu melewati ujian sejarah selama 44 tahun. PDI Perjuangan mampu melalui pasang naik, pasang surut.

Megawati mengucapkan beribu terima kasih kepada yang mereka yang memilih berada dalam gerbong perjuangan bersama, terima kasih kepada mereka yang setia meski terkadang PDI Perjuangan mendapat masalah besar. Orang-orang setia selalu ada tidak hanya ketika PDI Perjuangan sedang berkibar, justru memperlihatkan kesetian ketika PDI Perjuangan berada dalam posisi sulit.

"Izinkan saya memberikan penghormatan dan pengharagaan sebesar-besarnya kepada antara lain Bapak Jacob Nuwa Wea, Bapak Alexander Litaay, dan Bapak Mangara Siahaan dan masih banyak mereka yang lain, yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Mereka sudah menghadap Yang Khalik sebagai pejuang partai," kata Megawati saat pidato politik dalam rangka HUT ke-44 PDI Perjuangan, Selasa (10/1/2016).

Ketiga nama tersebut, lanjut Megawati, tidak hanya ada dalam hidupnya, juga tokoh yang berjuang mempertahankan PDI Perjuangan sebagai partai ideologis. Bagi Megawati, kesetian yang mereka tunjukkan sebagai bentuk kesetian ideologis yang sudah seharusnya dihayati dan dijalankan seluruh kader.

Megawati mengatakan, sejak awal ia mendirikan PDI Perjuangan tanpa ragu menyatakan dan memperjuangan bahwa PDI Perjuangan adalah partai ideologis, Pancasila. Ia bersyukur pada 1 Juni 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

"Terima kasih Bapak Presiden. Artinya secara resmi, Negara mengakui bahwa Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi Bangsa Indonesia," tegas dia.

Perayaan HUT ke-44 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para ketua umum partai politik, dan para menteri.