Meksiko Tangkap Pelaku Penembakan Diplomat AS

Pelaku penembakan diplomat AS yang terekam kamera CCTV (Foto:

Mexico City -- Seorang warga Amerika Serikat (AS) yang diduga sebagai pelaku penembakan diplomat AS di Guadalajara ditangkap otoritas Meksiko, Minggu 8 Januari kemarin.

Pria yang belum dibeberkan namanya ini akan dieskstradisi ke AS, di mana status hukumnya akan ditentukan. Penangkapan ini terjadi atas kerja sama dari Kementerian Luar Negeri Meksiko, kantor Jaksa Agung, kepolisian, dan juga pihak AS.

Dilansir Reuters, Senin (9/1/2017), Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Meksiko atas gerak cepat kepolisian dan pihak-pihak terkait penangkapan tersangka penembakan.

"Pemerintah AS mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Meksiko atas penangkapan tersangka yang begitu cepat yang telah menyerang rekan kami yang bekerja di konsulat AS," kata Kerry dalam pernyataan resminya.

Diketahui, Guadalajara dan sekitarnya sering menjadi lokasi kekerasan oleh geng narkoba yang bersaing satu sama lain. Dalam penyelidikan selanjutnya, ternyata pelaku mengenakan wig hitam dan seragam biru menyerupai perawat.

Dengan adanya insiden ini, pemerintah AS mengimbau para warganya yang berada di Meksiko, khususnya di Guadalajara untuk berhati-hati dan selalu waspada ketika berada di luar rumah dan tempat ramai.

Sejumlah kasus penembakan terhadap warga AS di Meksiko kerap terjadi. Pada 2010, seorang diplomat AS dan suaminya ditemukan tewas ditembak di utara kota Ciudad Juarez. Kota ini dianggap kota pembunuhan dunia di tengah perang antar geng narkoba.

Seorang pemimpin geng narkoba diekstradisi ke AS di mana dia akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena terbukti memerintahkan pembunuhan tersebut.

Setahun kemudian, sejumlah pria bersenjata dari kartel narkoba Zetas menembaki kendaraan dari agen imigrasi AS dan Bea Cukai di negara bagian utara San Luis Potosi. Dari insiden ini, satu petugas tewas.

Pada 2012, dua pejabat AS terluka karena ditembak oleh polisi federal ketika sedang berkendara di pusat negara bagian Morelos. Sebanyak 14 petugas kepolisian didakwa dengan menggunakan kewenangan secara berlebihan.

Jauh sebelum itu, pada tahun 1985, seorang agen AS yang menyamar, disiksa dan dibunuh oleh kartel narkoba di Guadalajara. Kasus ini bisa disebut kasus yang menyebabkan hubungan AS dan Meksiko renggang.