Membimbing Anak Berperilaku Baik

Siswa dan guru TKIT Uswatun Hasanah, Kedaton, Bandar Lampung, berfoto bersama di halaman sekolah, Selasa (14/3/2017). Sekolah yang bernaung di bawah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) itu mengutamakan pendidikan karakter dan keagamaan kepada siswanya.

TIDAK sekadar mengajarkan hafalkan surah-surah pendek dan hadis Alquran kepada siswanya, Taman Kanak-kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Uswatun Hasanah, Kedaton, Bandar Lampung, juga terbiasa mengaplikasikan hadis-hadis yang siswa hafalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari sikap yang baik saat makan dan minum, menyapa orang lain dengan salam, adab masuk ke kamar kecil, hikmah mengumbar senyum, hingga cara mengontrol emosi atau rasa amarah.
“Kami ingin anak-anak tidak sebatas menjadi penghafal, tetapi benar-benar terbiasa menerapkannya dalam keseharian mereka, baik di sekolah ataupun di rumah,” ujar Kepala TKIT Uswatun Hasanah, Estin Larasati Aryani, diwawancarai di sekolahnya, Selasa (14/3/2017).
Membiasakan anak-anak untuk berperilaku baik dengan menggunakan hadis-hadis dalam Alquran, menurut Estin, sangat efektif. Di sekolahnya yang menerapkan sistem pendidikan Islam terpadu, para siswa mendapatkan pemahaman agama yang lebih. “Jika diingatkan dengan hadis, anak-anak lebih bisa mengontrol diri mereka. Karena mereka tidak hanya menghafalkan, tetapi kami juga bimbing untuk selalu memahami setiap hadis,” ujarnya.
Pentingnya memberikan pemahaman agama sejak usia dini, kata Estin, karena di masa emas perkembangan kecerdasan dan mental anak, mereka perlu mendapatkan pemahaman hal baik dan hal buruk. Selain itu, dalam mendidik siswanya, sekolah yang bernanung di bawah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) ini mengutamakan pendidikan karakter.
Anak diajarkan kemandirian, tanggung jawab, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga saat di rumah. Untuk merangsang kreativitas dan kemampuan bersosialisasi, anak terbiasa mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah. Menurut Estin, siswa di sekolah yang sudah dirintis sejak 2007 itu selain memahami berbagai hadis, ditargetkan dapat menghafal Alquran juz 30 dan berbagai doa keseharian.
Untuk memudahkan siswa menghafal, salah satu kuncinya adalah suasana pembelajaran harus selalu menyenangkan bagi anak. “Agar mereka lebih mudah menerima setiap pembelajaran,” kata dia.
Berbagai program pendidikan juga diterapkan untuk merangsang multiintelegensi anak, seperti kegiatan gemar membaca buku hingga kemampuan berbahasa asing, yakni bahasa Arab dan Inggris.
Dalam mendidik para siswa, kata Estin, sangat membutuhkan kerja sama para orang tua sehingga setiap bulan di sekolah yang berlokasi di Jalan Tupai Gang Salak No. 26, Kedaton, Bandar Lampung, tersebut selalu dilakukan pertemuan para orang tua murid untuk memberikan pemahaman terkait pola asuh hingga melakukan pengajian rutin secara bersama.