Mendorong Lampung Menuju Sejahtera

Pertumbuhan ekonomi di Lampung terus melesat. Pembangunan juga meningkat termasuk Bandara Raden Inten II yang fasilitasnya telah lengkap menuju bandara internasional. (Foto:Dok.Lampost)

BANDAR LAMPUNG--Memasuki usia ke-53 tahun, Provinsi Lampung melesat menuju kesejahteraan masyarakatnya. Sejumlah proyek yang dibiayai APBN difokuskan di Bumi Ruwa Jurai sebagai gerbang Pulau Sumatera ke Jawa. Selain juga sejumlah proyek infrastruktur dibiayai APBD makin mendorong kesejahteraan itu.

Jalan tol misalnya, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo siap mewujudkan harapan Presiden Jokowi agar pembangunan jalan tol sepanjang 250 km dari Bakauheni sampai Mesuji selesai pertengahan 2018. "Alhamdulillah, kita mulai menyelesaikan tugas yang dititipkan Presiden. Ini akan makin mendorong Lampung menuju kesejahteraan," ujar Gubernur diwawancarai, Minggu (19/3/2017).
Kemudian, Ridho juga memastikan percepatan kenaikan status Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional 2017. Dengan demikian, harapan bandara di Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut sebagai embarkasi dan debarkasi haji dapat segera terwujud. "Ini sebuah fakta. Ternyata traffic masyarakat Lampung menuju Singapura marketable atau potensial untuk dibuka penerbangan langsung. Pihak Changi juga yang meminta ada penerbangan langsung dari Lampung ke Singapura," kata Gubernur.
Dari kondisi jalan provinsi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) terus melakukan berbagai pembangunan dan pemeliharaan jalan dengan mengedepankan kualitas dan target-target kemantapan jalan yang sudah ditetapkan. Kepala Dinas PU-PR Lampung Budhi Darmawan mengatakan pada 2017 Dinas PU-PR mempunyai target kemantapan jalan provinsi sepanjang 1.269,95 km atau sebesar 75% dari total panjang jalan provinsi. Target dengan anggaran itu akan dicapai pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 150 km.
Perlu diketahui jalan-jalan status provinsi yang menjadi kewenangan dari Dinas PU-PR Lampung adalah sebanyak 99 ruas jalan dengan panjang mencapai 1.693,273 km membentang mulai dari ruas jalan Gayam—Ketapang di Kabupaten Lampung Selatan sampai dengan ruas jalan Brabasan—Wiralaga di Kabupaten Mesuji.

* Lampung Terang

Untuk program mandiri energi, Lampung Terang menjadi pemicu percepatan pembangunan pembangkit listrik di berbagai daerah. Salah satunya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Lampung meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Mobil Power Plant (PLTG-MPP) 4 x 25 mw Tarahan di Rangai Tritunggal, Katibung, Lampung Selatan, Sabtu (18/3). Dengan beroperasinya tenaga 100 mw itu diharapkan dapat menghemat energi listrik hingga Rp14,7 miliar per hari.
General Manager PLN Distribusi Lampung Daryono menjelaskan pembangkit PLTG Tarahan telah mulai beroperasi sejak Desember 2016. Dengan penambahan daya 100 mw itu, berdampak pada peningkatan pasokan daya dari 1.868 mw menjadi 1.968 mw di tengah beban puncak 1.753 mw.
"Sebelum beroperasi, jumlah pelanggan di Lampung mencapai 1.826.818 pelanggan, setelah terbangunnya pembangkit itu bertambah menjadi 135 ribu pelanggan baru untuk 72 desa," kata Daryono, kemarin.
Sementara dalam sambutan Gubernur M Ridho Ficardo, yang diwakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Lampung Prihartono, mengatakan dengan beroperasinya PLTG itu diharapkan berkontribusi mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,5%. "Pasokan listrik Lampung saat ini tetap belum aman, tetapi ini menunjukkan keseriusan dalam membuat Lampung Terang," kata dia.