Mengatasi Anak yang Sedang Tantrum

Tantrum pada anak. seizures.dolyan.com

BANDAR LAMPUNG -- Sebagai orang tua tentu pernah mengalami saat si kecil tantrum atau mengamuk hingga meraung-raung atau berguling-guling di tempat umum seperti swalayan atau tempat umum lainnya. Biasanya anak mengamuk ketika keinginannya tidak dipenuhi. Sebagian orang tua masih banyak yang kesulitan mengatasinya, bahkan merasa trauma kala hendak mengajak si kecil ke swalayan.
Menanggapi hal tersebut, praktisi pendidikan anak usia dini (PAUD), Usnul Umi Miftahurrohman, meminta para orang tua tidak langsung memenuhi keinginan si anak untuk mengatasi tantrumnya tersebut. Orang tua justru disarankan lebih tega dengan tidak memberikan apa yang anak mau saat sedang mengamuk.
Umi menyarankan agar orang tua berkomunikasi dan membuat perjanjian dengan anak sebelum mengajak mereka ke swalayan atau pusat perbelanjaan lain. Dalam komunikasi tersebut, orang tua dapat menayakan keinginan anak. “Tanyakan apa-apa saja yang akan dibeli dan apa yang tidak boleh dibeli saat itu,” kata Umi, Rabu (15/2/2017).
Cara tersebut akan mendidik si anak untuk lebih disiplin menepati janjinya. Meskipun, menurut Umi, anak usia di bawah 5 tahun belum begitu memahami konsep waktu, bisa saja perjanjian tersebut berantakan karena anak akan lebih mengedepankan keinginannya di waktu sekarang, bukan tadi saat membuat perjanjian. “Bukan karena anak berbohong, tetapi memang mereka belum paham konsep waktu,” kata dia.
Saat menghadapi anak yang sedang tantrum, menurut Umi, orang tua jangan sekali-sekali menakutinya dengan akan memanggilkan satpam atau hal lain, karena hal tersebut akan berdampak pada psikologi anak. Namun, orang tua juga tidak boleh menyerah dan memenuhi keinginan sang anak, karena hal tersebut justru akan membuat si kecil terbiasa mengamuk tanpa menghiraukan lokasi.
“Anak justru akan terpola, akan mengamuk agar orang tuanya menuruti keinginannya,” ujar Umi yang juga kepala TK Darma Bangsa, Bandar Lampung, ini. Orang tua harus tetap konsisten menepati apa yang sudah disepakati sehingga anak merasa amukannya tidak membuat orang tua luluh. “Harus tega dan tahan-tahanan supaya anak-anak tidak terbiasa,” kata Umi.
Hanya saja, menurut Umi, orang tua harus menghindari memarahi sang anak atau sampai memukulnya saat sedang tantrum. Jika amukan anak sudah tidak terkendali, sebaiknya orang tua segera membawa anak pulang atau mengajaknya keluar dari swalayan. Kesepakatan untuk mengajak mereka pulang jika mengamuk juga bisa disepakati sejak awal.

Program Disiplin Anak
Tidak memenuhi keinginan anak yang sedang mengamuk, menurut Umi, menjadi bagian dari program disiplin yang harus dilakukan kepada anak sejak usia dini. Bahwa tidak semua keinginan mereka tidak harus ditepai saat itu juga, meskipun seorang anak biasanya mengamuk karena dorongan amarah dari rasa takut dalam dirinya.
Anak takut jika tidak mendapat keinginan mereka sekarang, sampai kapan pun tidak akan dibelikan orang tua, sehingga mereka perlu mendapatkan pemahaman. Namun, untuk memberikan pemahaman kepada anak, Umi menyarankan agar para orang tua tidak terpancing emosi dan justru memarahi saat mereka sedang mengamuk.
Nasihat juga tidak diperlukaan saat anak sedang marah. Ia menyarankan waktu paling tepat memberikan pemahaman kepada anak adalah saat mereka sudah tenang seperti sebelum anak tidur. “Utarakan bahwa orang tua marah dan kecewa dengan sikap si anak dan meminta mereka tidak mengulangi lagi,” kata Umi. Cara tersebut, menurutnya, akan lebih efektif.