Mengenang Mas Riyanto

Susilowati, wartawan Lampung Post

"TIAP hari Natal kok hujan ya, Le?"
"Ya enggak selalu, Yun, kadang juga terang."
"Tetapi lebih sering hujan, Le."
"Itu berarti rahmat Allah turun, Yun."
"Ya benar, Le, rahmat Allah berupa hujan yang memberi kehidupan untuk manusia."
"Kalau hari raya agama lain kok jarang hujan ya, Yun?"
"Pertanyaan kamu jangan SARA dong, Le, kalau itu jawabannya mudah karena Natal itu berada di Desember, yang memang musim hujan. Jadi kamu jangan mencari-cari celah untuk berselisih antaragama ya," suara Makyun sedikit tinggi.
"Ya enggak to, Yun, cuma bertanya, sekarang kan sudah tahu jawabannya. Siapa juga yang cari celah untuk mengotek-otek kuman tidur."
"Ya, masalah agama itu sensitif, Le. Itu tentang keyakinan, tentang prinsip hidup. Kalau kita mau mencari perbedaan ya sangat banyak, kalau mau mencari titik temu juga ya sangat banyak cara."
"Lah kamu kok jadi bijak gitu, Yun."
"Na iya, tadi malam Kang Santri bercerita, aku terharu mendengar ceritanya."
"Cerita apa?"
"Nah, kamu ketinggalan cerita lagi."
"Iya, aku enggak ke gardu tadi malam, Yun."
"Kang Santri cerita tentang Mas Riyanto."
"Mamasnya siapa itu? Apa hubungannya dengan obrolan kita tentang agama."
"Mas Riyanto itu ya mamasnya adiknya. Dia adalah anggota Banser NU yang ditugaskan mengamankan misa Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto, Jawa Timur, pada 24 Desember 2000."
"Lah dia orang NU, orang Islam, kok ikut mengamankan misa Natal?"
"Nah, itu hebatnya, Le. Orang yang berbeda agama dan saling gontok-gontokan itu apa hebatnya. Tetapi kalau orang yang berbeda agama dan saling bantu, itu yang namanya hebat."
"Weleh-weleh, terus bagaimana lagi?"
"Nah, tahun itu kan ramai-ramainya bom. Dan ada laporan di gereja tersebut ada bungkusan bom. Saat jemaat gereja sedang khusyuk melakukan misa, Mas Riyanto menemukan sebuah bungkusan, lalu dengan berani dibukalah bungkusan tersebut. ternyata isinya bom.
Mas Riyanto memerintahkan jemaat tiarap, lalu berlari keluar membuang bom tersebut ke tempat sampah. Sayang bungkusan tersebut terpental. Mas Riyanto mengambil lagi dan hendak membuang ke tempat yang lebih jauh. Sayangnya bom meledak saat Mas Riyanto berusaha menjauhkannya dari gereja. Jemaat gereja selamat, dan Mas Riyanto gugur dalam tugas mulianya."
"Subhanallah, Yun, dia contoh yang baik. Semoga Allah menerangi kuburnya dengan kasih sayang."
"Amin-amin ya Rob, iya Le. Kita harus belajar dari orang-orang seperti Mas Riyanto. n