Menggulung Sejarah!

Iyar Jarkasih, (Lampost)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pengairan dan Pemukiman Warga berencana merenovasi GOR Saburai, Bandar Lampung. Gedung fasilitas olahraga yang dibangun pada 1977 itu bakal dibongkar, termasuk kawasan di sekitarnya seperti Pasar Seni juga nantinya akan disulap menjadi convention hall, hotel, hingga mal.
Tidak tanggung-tanggung, anggaran senilai Rp50 miliar telah disiapkan di kas APBD Lampung 2017 untuk membangun gedung baru di areal seluas 2,7 hektare di kawasan tengah kota tersebut. "Tahun ini sudah mulai jalan. GOR kemungkinan dirobohkan. Meski akan dibangun convention hall di kawasan tersebut, fungsi olahraga tetap akan menjadi prioritas," kata Kepala Dinas Pengairan dan Permukiman Lampung Edarwan (Lampung Post, 5 Januari 2017).
Kebijakan Pemprov Lampung itu kembali membuka ruang ingatan kita tentang nasib Stadion Pahoman. Tahun lalu, Pemprov juga menggulirkan rencana kontroversial untuk mengubah kawasan yang sarat histori sepak bola Lampung tersebut menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Sontak, rencana tersebut kala itu menuai banyak polemik. Hingga kini, belum ada kejelasan bagaimana kelanjutannya.
Seorang teman yang sebelumnya tidak pernah peduli dalam urusan olahraga kali ini terlihat begitu antusias menanggapi rencana Pemprov Lampung membongkar GOR Saburai. "Setahu saya, di sana itu (GOR Saburai) tempat banyak mencetak atlet. Ada futsal, basket, silat, karate, bulu tangkis. Saburai itu jadi satu-satunya gedung yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga di Lampung. Kalau dibongkar, itu artinya sama saja menghilangkan sejarah," ujar teman.
"Menurut saya, lebih baik direnovasi saja, bukan dibongkar semuanya. Jangan nantinya justru orang banyak beranggapan renovasi itu hanya demi sebuah proyek, bukan untuk kemaslahatan orang banyak, khususnya para penggiat olahraga," lanjutnya.
"Sudahlah, ikuti saja. Itu Pak Kadis kan bilang olahraga di sana akan tetap jadi prioritas. Malah harusnya kita senang. Kalau di sana nantinya ada hotel dan mal, jadi atletnya sambil olahraga bisa sekalian belanja-belanja juga, kan?" ujar teman lain menimpali.
"Hus, sembarangan! Kalau begitu, gimana atletnya bisa fokus berprestasi. Yang ada nanti mereka malah jadi konsumtif. Ingat dong, sekarang ini prestasi olahraga Lampung itu sudah karut-marut. Jeblok! Seharusnya berpikir bagaimana meningkatkan prestasinya, dong!" sanggah teman.
"Itu dulu rencana mau bangun sport center di kompleks Itera saja sampai sekarang enggak jelas. Ini sudah mau bangun lagi sport center dan convention hall di Saburai. Bingung saya," tambahnya.
Saya yang sedari tadi diam dan membisu akhirnya terpancing juga memberi komentar. "Teman-teman, mungkin rencana Pemprov itu bukan bermaksud menggulung bangunan bersejarah yang ada, tapi bertujuan supaya kawasan tersebut bisa lebih representatif. Positive thinking, dong!" ujar saya sambil berlalu. n