Merasa Diftnah, Adam akan Lapor Balik Khamami ke Polda

Handri Martadinyata, tim kuasa hukum calon wakil bupati Mesuji Adam Ishak dan Abdullah Sani dari Tim 11 DPP PDIP menggelar konferensi pers di Begadang Resto, Senin (9/1/2017). Lampung Post/Deni Zulniyadi

BANDAR LAMPUNG -- Merasa difitnah calon bupati Mesuji Khamami, lawan politiknya, yakni calon wakil bupati Mesuji Adam Ishak bakal melapor balik ke Polda Lampung.
Hal itu disampaikan Abdullah Sani dari Tim 11 DPP PDIP dan Handri Martadinyata dari tim kuasa hukum Adam saat menggelar konferensi pers di Begadang Resto usai mendampingi Adam diperiksa sebagai saksi atas laporan Khamami di Mapolda, Senin (9/1/2017).
Handri Martadinyata mengatakan kliennya tidak pernah melakukan penganiayaan seperti yang dituduhkan Khamami. "Berdasar pada keterangan Adam saat memberikan kesaksian di Polda tadi tidak ada peristiwa penganiayaan," kata Handri yang diamini Abdullah Sani.
Untuk itu pihaknya akan melaporkan balik Khamami ke Polda Lampung atas dugaan melakukan fitnah. "Kami megambil langkah lapor balik mengenai fitnah bahwa penganiayaan terhadap Khamami tidak ada," ujarnya.

Polda Periksa Khamami
Senin (9/1/2017), Polda Lampung rencananya memeriksa calon Bupati Mesuji nomor urut 2, Khamamik, terkait kasus dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilakukan calon petahana itu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Heri Sumarji menjelaskan pemanggilan calon Bupati Khamamik tersebut dalam kapasitasnya sebagai saksi. Hal itu tertuang dalam surat panggilan pertama No Sp.gil/22/1/subdit.1/2017/ Dit Reskrim Um.
Diketahui, Khamamik dilaporkan ke Polda Lampung atas dugaan dua pelanggaran pilkada. Pertama saat calon bupati itu menghadiri sebuah kegiatan nonkampanye untuk memberikan sambutan. Namun, di saat itu terdapat sosialisasi dan mengajak warga untuk memilih dirinya sebagai bupati.
Sementara itu, Ketua tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Mesuji, Khamami-Sapli, Budi Yuhanda menerangkan pihaknya telah membuat laporan kepada Polda Lampung bila pihaknya berhalangan hadir pada agenda pemeriksaan yang dijadwalkan Senin (9/1/2017).
"Ya kalau Kapolda kan menurut jadwal besok mengadakan pemanggilan (Khamami), tapi kita buat laporan enggak bisa hadir karena ada agenda kampanye di Kecamatan Pancajaya, Desa Muktijaya," ungkap Budi saat dihubungi, Minggu malam (9/1/2017).
Disinggung soal delik dugaan pelanggaran pidana pemilu yang mengancam calon bupati petahana Khamami, ia menegaskan bila pihaknya sepanjang tahapan pilkada berusaha mengikuti aturan yang berlaku. "Kita berusaha mengikuti aturan saja lah berkoordinasi dan kita serahkan semua kepada penegak hukum," ujar anggota DPRD Lampung itu.
Demikian juga saat ditanya tentang tindak kriminal pemukulan yang dilakukan sekelompok oknum terhadap Khamami, menurut dia, sampai saat ini memang belum ada pemanggilan oleh aparat terhadap pihak-pihak yang disinyalir terlibat. Meski demikian, Budi yakin dalam waktu dekat akan ada pemeriksaan oleh Polres Mesuji. "Kita serahkan saja kepada penegak hukum."