Michelle Obama Ucapkan Perpisahan sebagai Ibu Negara

Michelle Obama mengucapkan perpisahan di Gedung Putih (Foto: AFP).

Washington -- Michelle Obama berkata, menjadi Ibu Negara "menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya" saat ia mengucapkan salam perpisahan di Gedung Putih.

Sebuah upacara di East Room untuk menghormati penasihat sekolah terbaik Amerika Serikat (AS) tahun ini pada 2017, dan semua konselor sekolah, menandai acara terakhirnya sebagai Ibu Negara.

Sebelum menyampaikan selamat tinggal yang mengesankan, dilantunkannya kalimat penyemangat bagi orang-orang muda. Michelle, seperti yang telah ia lakukan berkali-kali selama delapan tahun di Gedung Putih, mendesak agar anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik yang mereka bisa dapat dan kemudian menggunakannya buat "memimpin lewat teladan dengan harapan, tanpa pernah takut".

"Jangan takut," katanya seperti dilansir Daily Mail, Jumat (6/1/2017).

"Keragaman dalam masyarakat dari semua agama, warna, dan kepercayaan di Amerika, sebagai bukan ancaman bagi siapa pun kita tapi itu yang "membuat kita menjadi siapa," pungkasnya.

Komentar itu tampak seperti sebuah teguran bagi Presiden terpilih Donald Trump, yang mengkritik orang Meksiko, umat Muslim, dan lain-lain selama kampanye presiden.

Michelle menambahkan: "Dan Anda memiliki hak untuk menjadi siapa pun Anda."

Ibu dari dua anak itu mengakhiri penampilannya dengan berterima kasih kepada para konselor sekolah yang berdiri di belakangnya untuk bekerja keras dengan penuh dedikasi. Dia katakan, konselor sekolah sering menjadi "faktor penentu" bagi seorang siswa memutuskan mau sekolah.

"Menjadi Ibu Negara Anda telah jadi kehormatan terbesar dalam hidup saya, dan saya berharap saya telah membuat Anda bangga," kata Michelle Obama.

Ia mengatakan, akan terus bekerja, setelah dirinya dan suami meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari, untuk mengurus isu-isu yang dia utamakan saat menjadi Ibu Negara. Itu termasuk pendidikan, memerangi obesitas, dan memberi dukungan bagi keluarga prajurit.