Minyak Dunia Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

Ilustrasi

New York -- Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) melemah setelah Presiden AS terpilih Donald Trump gagal merinci rencana stimulus ekonomi pada konferensi pers pertamanya.

Mengutip Antara, Kamis 12 Januari, USD jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu, dengan indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,49 persen menjadi 101,510 pada akhir perdagangan.

Harga minyak mendapat dukungan, karena melemahnya dolar AS membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, berita bahwa Arab Saudi akan mengurangi pasokan minyak mentah ke Asia pada Februari juga mendorong harga minyak di pasar lebih tinggi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, mengalami peningkatan sebanyak USD1,43 menjadi menetap di USD52,25 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, mengalami pertambahan sebanyak USD1,46 menjadi ditutup pada USD55,10 per barel di London ICE Futures Exchange.