Miris, Empat Siswa SMP Terlibat Jaringan Curanmor

Ilustrasi pencurian sepeda motor. dok. lampost.co

KALIANDA -- Miris, empat pelajar SMP dibekuk tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Selatan karena terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelajar yang masih duduk di kelas IX itu dibekuk di kediaman masing-masing, Jumat (6/1/2017), sekitar pukul 11.00.
Keempat pelajar yang merupakan warga Lampung Timur itu yakni FA (16), warga Desa Bungkuk, Kecamatan Marga Sekampung; RH (18), warga Desa Karanganom, Kecamatan Wawaykarya; ZM (14), warga Desa Karyabasuki, Kecamatan Wawaykarya, dan CM (16), warga Desa Sumberjaya, Kecamatan Wawaykarya.
Kasubbag Humas Polres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi Sukarman mengatakan empat pelaku lainnya lolos dari penangkapan. Mereka adalah Ahmad, Samsul, Riki, dan Dedi, semuanya warga Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur.
"Komplotan ini berjumlah delapan orang, empat pelaku berhasil melarikan diri," kata dia.
Petugas berhasil mengamankan dua sepeda motor Honda Beat dan Yamaha Vega serta kunci leter T dari tangan komplotan tersebut. "Sepeda motor yang kami amankan diduga hasil kejahatan karena tidak terdapat nopol kendaraan," ujarnya.
Modus operandi komplotan ini, kata dia, mencuri sepeda motor dengan merusak kunci memakai kunci leter T. Tersangka RH sudah beraksi di tujuh tempat berbeda.
"Pengakuannya mencuri di Kecamatan Tanjungbintang dan Sidomulyo dua kali, Katibung, Merbau Mataram dan Candipuro masing-masing satu kali," kata dia.
Kalau pengakuan tersangka FA, lanjutnya, tugasnya hanya menampung hasil sepeda motor curian dari kelompok ini.
"Pengakuannya hanya sebagai penadah," kata dia.
Sedangkan dua tersangka lain, yakni ZM dan CM masing-masing mencuri sepeda motor satu kali di Kecamatan Tanjungbintang.
"Masih terus kami kembangkan lagi jaringan pencuri sepeda motor ini dan memburu empat pelaku yang masih DPO," kata Sukarman.