Nilai Etis Berbasis Islam

Ilustrasi.dyaeducationblog.blogspot.com

BUDAYA muakhi sebagai nilai dasar etika sosial, sikap, dan pandangan hidup dalam masyarakat adat Pubian lebih bermakna jika dikembangkan secara filsafat sosial dengan memosisikan berdasar ontologis, epistemologis, dan axiologis. Pendekatan ontologis terhadap budaya muakhi dalam budaya lokal didasarkan atas etika rasional dan etika religius.
Dari aspek epistemologis, muakhi diposisikan sebagai bangunan ilmu pengetahuan yang dilandasi hakikat pengetahuan dan didasarkan pada pengandaian-pengandaian sehingga diperoleh pengetahuan yang benar, meski unsur subjektif tidak terlepas adanya.
Ternyata muakhi sebagai konsep dan budaya dipahami secara beragam sehingga persepsi dan sikap masyarakat adat yang demikian itu mengindikasikan adanya relativisme epistemologis. Faktanya, budaya muakhi hidup dan berkembang dalam masyarakat memiliki nilai kearifan budaya lokal yang secara axiologis cukup bermakna bagi pembangunan daerah.
Pertemuan muakhi sebagai sikap dan pandangan hidup dengan masyarakat adat dicirikan adanya nilai etis berbasis ajaran Islam dan teraktualisasi dalam kehidupan dan kearifan budaya lokal sehingga melahirkan sebuah kontak pemikiran dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing komunitas sehingga terjadi proses dialektika pemikiran dalam masyarakat sejalan dengan dinamika pembangunan daerah. Respons yang berbeda terhadap proses akulturasi budaya menjadikan masyarakat mampu beradaptasi dan hidup toleran.
Meski dipahami, potensi konflik yang bersifat laten perlu diantisipasi dengan membangun kesadaran dan menjunjung tinggi persaudaraan dan kebersamaan yang benar-benar teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Membangun budaya muakhi dan ke-muakhi-an sebagai nilai etis berbasis persaudaraan dan kebersamaan dalam budaya budaya merupakan modal sosial dapat berguna bagi pembangunan.

Makna bagi Kehidupan
Dalam pandangan dunia sebagai keyakinan masyarakat tentang budaya muakhi yang berkembang dalam realitas kehidupan masyarakat sungguh bermakna bagi hidup dan pengalamannya. Satu kesatuan pengalaman hidup dalam membangun persaudaraan ternyata tidak dibagi-bagi dalam berbagai bidang yang terpisah-pisah, tetapi benar-benar dipahami persaudaraan bermakna bagi masyarakat dan pembangunan. Bagi orang Lampung, pandangan dunia bukan diartikan sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan berfungsi sebagai sarana dalam usahanya untuk berhasil dalam menjalani dan menghadapi masalah-masalah kehidupan.
Secara pragmatis, pandangan dunia diartikan kerangka kerja dan cara mencapai suatu keadaan yang menunjuk pada adanya ketenangan, ketenteraman, dan keseimbangan batin. Bagi mereka, masa hari tua perlu dinikmati, tapi bukan untuk mencari kenikmatan sesaat dan merusak orang lain.
Membangun kesadaran dalam keberagaman budaya dan masyarakat majemuk membutuhkan persaudaraan dan kebersamaan sebagai landasan moral dan etika sosial yang sekaligus merupakan ciri khas masyarakat bangsa yang terdiri dari beragam suku bangsa, termasuk juga budaya dalam masyarakat Lampung. Masyarakat Lampung dengan kemajemukan pendukuk, suku bangsa, penganut agama, dan budaya yang dibawa dari daerah asal yang dikaji secara ilmiah, baik dari aspek sosiologis, antropologis, geografis, dan historis dapat berguna bagi pembangunan.
Kemajemukan budaya dan kelompok sosial menunjuk pada sebuah miniatur daerah yang mencerminkan ragam budaya, adat, dan perilaku sosial dari sejumlah suku bangsa penghuninya.
Masyarakat adat berubah disebabkan oleh berbagai kekuatan dari dalam maupun luar sehingga menyebabkan apa yang dikatakan para akademisi dan birokrat dalam mengidentifikasi komunitasnya sebagai penduduk asli dan penduduk pendatang.
Padahal, tak akan ada sebuah entitas bangsa dan negara yang bernama Indonesia, jika tidak ada kemajemukan. Karena itulah kemajemukan negara bangsa dan budaya lokal harus dipelihara, dirawat, diberdayakan, dan difungsionalisasikan agar masyarakat dapat membangun daerahnya secara lebih baik menuju masyarakat yang lebih bermartabat di masa depan. Berarti jelas, muakhi sebagai nilai etis dalam budaya lokal berfungsi membangun kesadaran moral, perekat sosial, budaya, ekonomi, politik, dan persatuan bangsa pada masa depan.n