Obama Tolak Diskriminasi atas Warga Muslim Amerika

Pidato perpisahan yang disampaikan oleh Obama kepada pendukungnya (Foto:

Chicago -- Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menolak diskriminasi atas warga Muslim AS. Hal ini disampaikannya dalam pidato perpisahannya.

Obama menyebutkan keragamannya yang ada di Negeri Paman Sam. Dalam pidatonya, Obama mengutip karya sastra Harper Lee berjudul 'To Kill a Mockingbird' yang menyebutkan 'Kalian tidak akan mengerti seseorang hingga di mana kalian mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandangnya. Hingga kalian menyusup ke dalamnya dan memahaminya'.

Kemudian dirinya secara spesifik kelompok masyarakat yang kerap menjadi topik diskusi politik selama Pemilu Presiden AS 2016.

"Untuk rakyat kulit hitam dan minoritas lainnya, berarti berupa keras untuk menghadapi tanangan yang dijalani rakyat AS saat ini. Pengungsi, imigran, warga pinggiran, transgender dan warga kulit putih AS yang merasa hidupnya menjadi korban perubahan ekonomi, budaya dan teknologi," jelasnya.

Presiden yang merupakan putra imigran asal Kenya ini, juga membahas ancaman perpecahan di AS. Menurutnya hal tersebut tidak realistik.

"Saya menolak diskriminasi terhadap Muslim Amerika," tegas Obama yang disambut dengan meriah oleh penonton.

"Setelah pemilu yang saya jalani, ada perbincangan mengenai kondisi rasisme di AS. Visi semacam itu, tidak pernah realistik. Keragaman ras tetap menjadi pendorong kuat di dalam lingkungan masyarakat ini," tuturnya.

Obama menambahkan bahwa dirinya menyadari bahwa banyak ras membuat hubungan antar masyarakat saat ini lebih baik dibandingkan 10 atau bahkan 30 tahun lalu.