Obama Ucapkan Pidato Perpisahan sebagai Presiden AS

Presiden Obama berikan pidato perpisahan di Chicago (Foto: AFP).

Chicago -- Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memberikan pidato perpisahannya. Pidato diucapkannya di Chicago.

Membicarakan mengenai Chicago, yang merupakan kota tempat dia besar, Obama berbicara mengenai keindahan Amerika Serikat dan konstitusinya.

"Pentingnya pemenuhan hak, yang tidak pernah menekan pihak lain, menjadi instrumen dari demokrasi (AS) yang membentuk persatuan yang sempurna. Ini ide yang radikal," ujar Obama, di Chicago, Selasa 10 Januari waktu AS, atau Rabu 11 Januari 2017 waktu Indonesia.

Beberapa capaian yang diutarakan oleh Obama termasuk antara disahkannya pernikahan sejenis, kesepakatan dengan Iran dan tewasnya Osama bin Laden.

"Kita berhasil melucuti nuklir Iran tanpa melepaskan tembakan. Kita juga berhasil membunuh otak serangan 9/11," imbuh Obama.

Kemudian Obama menyebutkan inagurasi dari Presiden AS terpilih Donald Trump. Sempat dipenuhi sorakan dari warga, Obama kemudian menghentikan sorakan penonton dengan ucapan pentingnya transfer kekuasaan yang damai dari presiden yang terpilih secara bebas kepada presiden berikutnya.

"Saya berkomitmen kepada Presiden terpilih Trump bahwa tim ini akan memastikan transisi yang mulus, seperti halnya dilakukan (mantan) Presiden Bush kepada saya. Karena semuanya terserah kepada kita untuk memastikan pemerintah berikutnya bisa menghadapi tantangan yang akan dihadapi," pungkas Obama.

Selain itu, Presiden AS ke-44 ini mendorong rakyat AS untuk bersatu. Khususnya ada saat di mana persatuan di AS mulai luntur dan mengancam solidaritas.

"Dunia yang makin sempit, ketimpangan yang semakin jelas, perubahan demografi, ancaman teroris. Hal ini menjadi ancaman dari demokrasi AS yang bisa merusak kemampuan mendidik anak dan menciptakan pekerjaan dan melindungi negeri," ucapnya.