Obesitas dan Iklan Makanan

Obesitas dipengaruhi banyak faktor, termasuk iklan makanan. (Ilustrasi)

ANAK-ANAK dengan risiko genetik obesitas akan memiliki respons kuat pada iklan makanan cepat saji. Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceeding of National Academy of Sciences Amerika Serikat itu menyebutkan fat-mass and obesity-associated (FTO) gen memengaruhi respons otak untuk iklan atau hal yang berkaitan dengan makanan.

Dalam studi, 78 anak-anak berusia 9—12 tahun menonton acara televisi anak-anak dan memakai pemindai otak MRI. Acara itu berlangsung 12 menit dengan jeda komersial yang setengahnya adalah iklan makanan cepat saji.

Anak-anak dengan gen FTO menunjukkan keinginan kuat untuk makan setelah melihat iklan makanan cepat saji bahkan ketika mereka tidak lapar. "Sekitar sepertiga dari iklan anak-anak di televisi adalah iklan makanan dan membatasinya bisa jadi cara efektif untuk memerangi obesitas anak," ujar penulis senior, Diane Gilbert-Diamond, dari Dartmouth Geisel School of Medicine.