Objek Wisata Belerang Simpur Butuh Promosi

Busriansyah (75), penjaga dan pegurus objek wisata Belerang Simpur, Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, memanfaatkan belerang (Sulfur) untuk di jual kepada para pengunjung. Belerang yang sudah di jemur tersebut, dijualnya dengan harga Rp5.00

KALIANDA -- Objek wisata belerang Simpur, di Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, masih banyak belum diketahui masyarakat dan wisatawan sehingga objek wisata ini sepi pengunjung. Padahal, objek wisata belerang Simpur ini memiliki tempat dan air panas yang masih alami yang berasal dari sumber mata kaki Gunung Rajabasa.
Menurut Bahrizal (45), warga sekaligus aparat Desa Kecapi, objek wisata belerang yang ada di desanya dikelola dua desa yakni Desa Kecapi dan Babulang.
Untuk tiket masuk ketempat objek wisata air panas tersebut hanya Rp5.000 per orang. Sedangkan untuk parkir kendaraan roda dua Rp5.000, mobil roda empat umum Rp10 ribu, roda empat pribadi Rp15 ribu, dan untuk bus Rp20 ribu.
"Masyarakat dan pemerintah desa di wilayah kami ini masih sangat membutuhkan bantuan dan pembinaan dari pemerintah terkait dalam mengelola dan mengembangkan tempat wisata air belerang ini," katanya, Selasa (7/2/2017).
Hal yang sama dikatakan Samsul (40), salah satu aparatur Desa Bebulang. Dia mengatakan objek wisata belerang Simpur bisa menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan dalam mengisi waktu libur, bersantai menikmati kehangatan air panas belerang dan menikmati keindahan hutan Gunung Rajabasa.
"Karena ini masih dikelola masyarakat, hasil dari tempat wisata tersebut kami bagi dengan dua desa, yakni Desa Kecapi dan Babulang. Sisanya kami kelola untuk mengembangkan dan memperbaiki fasilitas air belerang Simpur tersebut,"katanya
Sementara itu, Busrian Syah (75), salah satu pengurus Belerang Simpur, mengatakan para pengunjung yang datang biasanya mandi air panas belerang. Manfaat air panas belerang tersebut bisa untuk mengobati gejala penyakit stroke, gatal-gatal dan penyakit kulit.
"Kalau untuk hari biasa, tempat ini sepi Bang. Begitu juga dengan hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu saja, bisa dihitung jumlah pengunjung yang datang. Mungkin, jika tempat ini benar dikelola dengan baik, adanya pembinaan dari pemerintah dan promosi yang bagus, saya yakin tempat ini akan semakin ramai," ujar Busriansyah tanpa merincikan jumlah pengunjung yang datang.