OJK: Kekosongan Jabatan Dirut Bank Lampung Pengaruhi Kinerja

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Lampung, Untung Nugroho. (Foto:Dok.OJK)

BANDAR LAMPUNG--Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Lampung, Untung Nugroho, mengatakan kekosongan jabatan Direktur Utama Bank Lampung yang lebih dari enam bulan akan mengganggu mekanisme tertentu karena tidak ada yang memutuskan dan menetapkan suatu kebijakan strategis.

"Seperti rekrutmen karyawan, jika tidak ada Dirut, maka akan ditunda dan itu bisa mengganggu proses perbankan dan kesempatan investasi," kata Untung kepada Lampost di kantor OJK Senin (9/1/2017).

Prosedur pengganti Dirut dilakukan oleh para pemegang saham Bank Lampung seperti Gubernur, Wali Kota, dan Bupati. Untuk penjaringan dilakukan oleh komite remunerasi dan nominasi.
"Mereka mereka akan melakukan penjaringan calon direktur yang berasal dari berbagai posisi,"ujarnya.

Selanjutnya, nama yang sudah memenuhi syarat diajukan ke RUPS untuk dikerucutkan kembali. Setelah mendapatkan nama atas persetujuan dalam RUPS, maka nama tersebut diajukan kepada OJK untuk dilakukan klarifikasi dan verifikasi.

"Kalau komite menemukan banyak calon itu bisa menjadi pilihan bagi para pemegang saham. Jika pemegang saham menyetujui satu atau dua nama, maka akan diajukan ke OJK untuk dilakukan verifikasi kelengkapan persyaratan," jelas Untung.
Berdasarkan ketentuan OJK, memang sudah ada aturan dan persyaratan Dirut secara jelas sesuai dengan peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2016.

Menurutnya, Komisaris juga boleh menjadi Dirut, dengan catatan tidak boleh merangkap jabatan. Jika menjadi dirut, jabatan komisaris harus ditinggalkan.