Oknum TNI Backingi Pengoplosan BBM Subsidi

Ilustrasi oknum tentara. cdn2.tstatic.net

BANDAR LAMPUNG -- Ketua Hiswana Migas Doni Irawan menyebutkan aktivitas pengoplosan BBM subsidi di pangkalan atau gudang di Jalan Soekarno Hatta Bypass, Kelurahan Way Lunik, Pajang, Bandar Lampung, di-backing-i oknum TNI.
Menurut Doni, saat penggerebekan pada Senin (9/1/2017) sore, pihaknya mendapat perlawanan dari beberapa orang yang diduga oknum TNI.
Bahkan, kata Doni, oknum tersebut berupaya melukainya menggunakan sangkur milik TNI. "Saat kami dobrak, mereka oknum TNI menggunakan sangkur TNI mencoba melakukan perlawanan, saya membela diri mengeluarkan 2 tembakan ke udara karena jumlah mereka terlalu banyak kami mundur," kata Doni.
Doni mengaku telah melaporkan temuan tersebut ke Polda Lampung, berikut beberapa barang bukti termasuk sangkur TNI tersebut. "Kami sayangkans respon lamban persoalan menyangkut subsidi. Sebagai ketua Hiswana Migas, saya tidak terima, minyak subsidi dioplos nanti masuk SPBU, kami sudah tangkap tapi kekuatan hukum tidak berjalan," kata dia.
Doni menyebutkan sangkur yang berhasil direbut dari oknum TNI tersebut memiliki seri yang terukir di sangkur tersebut yakni TNI.2007.567. "Dua oknum itu namanya Setiadi dan Arifin, anggota Lanal," ujar Doni.

Penggerebekan
Sebelumnya Satgas Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menggerebek pangkalan atau gudang yang diduga dijadikan tempat pegoplosan BBM di Jalan Soekarno Hatta Bypass, Kelurahan Way Lunik, Pajang, Bandar Lampung, Senin (9/1/2017), sekitar pukul 17.00.
Ketua Hiswana Migas Doni Irawan mengatakan dalam penggerebekan itu pihaknya menemukan truk tangki yang sedang parkir didalam pangkalan tersebut.
Adapun BBM yang dioplos adalah bbm bersubsidi. "Barang untuk mengoplos ini dari Sumatera Selatan dan Jambi. Proses awalnya dari sumur rakyat, ini barang yang belum siap pakai tapi sudah dicampur dengan minyak yang siap saji, banyaknya solar," kata Doni saat menggelar konferensi pers di kantor Hiswana Migas di Bandar Lampung, Selasa (10/1/2017).
Menurut Doni, Provinsi Lampung merupakan wilayah yang stategis bagi pelaku pengoplos BBM untuk mengedarkannya. "Lampung dianggap daerah luas dan banyak cabangnya," kata dia.
Doni mengaku heran kepada para penegak hukum dan instansi terkait. Pasalnya perjalanan minyak ilegal itu cukup jauh, tapi tidak ada yang terjaring petugas. "Masuk mulai dari Sumsel, Mesuji, Meggala, Kotabumi, Bandar Lampung itu lolos, sepertinya tidak ada hambatan. Kami sudah sampaikan kepada Krimsus agar razia lalu lintas diperkuat karena ini sudah merugikan masyarakat luas," kata dia.

Kepala Penerangan TNI-Angkatan Laut, Sigit Aprianto membenarkan jika oknum Arifin dan Setiadi merupakan anggotanya. Namun, secara lebih rinci dia belum dapat menjelaskan terkait persoalan yang diduga diperbuat anggotanya itu.
"Ya benar mereka memang anggota Lanal, tetapi saya belum tahu dan mendapat laporan terkait masalah yang sebenarnya seperti apa. Jadi saya belum bisa konfirmasi lebih lanjut mas," kata dia melalui telepon, semalam.