OPP Merak -Bakauheni bakal Terapkan Standar Pelayanan Minimum

Kondisi pelayanan penyebrangan Pelabuhan Merak-Bakauheni dikritik Presiden Jokowi karena dinilai lamban. Otoritas Pealbuhan Penyebrangan berkomitmen akan meningkatkan layanan. (Fot:Lampost/Aan Kridolaksono)

KALIANDA--Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan (OPP) Merak akan meningkatkan aturan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terkait kondisi pelabuhan dan kapal. Hal itu terkait dengan kritikkan dari Presiden Joko Widodo terkait pelayanan dipelabuhan Bakuheni-Merak yang lamban.

"Kami akan terus berbenah untuk memperbaiki kekurangan. Sebagaimana yang diintruksikan Presiden Jokowi terkait waktu sandar kapal yang cukup lama. Untuk itu, langkah perbaikan yang bersifat sistemik dan menyeluruh terhadap penyeberangan Bakauheni dan Merak akan kami tingkatkan, terutama waktu tunggu standar, dan sarana prasarana pendukung lainnya," kata Kepala OPP Merak, Harno Trimadi, saat dihubungi Lampost.co, Rabu (8/3/2017) sore.

Intruksi presiden itu, menurut Harno, secara langsung akan berpengaruh terhadap pelayanan transportasi penyeberangan laut di Pelabuhan Merak- Bakauheni berkaitan dengan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang rencananya akan direalisasikan pada 2018 mendatang,

Menurut dia, Pelabuhan Merak dan Bakauheni merupakan pintu gerbang yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Untuk itu, seluruh pelayanan di dua pelabuhan tersebut penting dilakukan secara maksimal.

JTTS pada tahun 2018 sudah mulai dioperasionalkan, sehingga pihaknya akan menjalankan PP 88 tentang aturan kapal yang beroperasi di Merak – Bakauheni, berukuran diatas 5.000 grosston (GT).

"Kapal-kapal tua dan kapasitas ukuran kapalnya di bawah 5.000 GT harus kita benahi. Seluruh fasilitas yang ada di dalam kapal juga harus diperbaiki," ucapnya.
Dalam meningkatkan SPM di area Pelabuhan, sambung Harno, pihaknya akan melakukan pembenahan secara menyeluruh dan akan menegakkan aturan SOP yang baku terhadap jadwal sandar kapal. Pengelolaan operasi jadwal kapal yang sebelumnya dijalankan oleh PT ASDP dalam waktu dekat akan dikelola OPP.

Sementara itu, manager Operasional PT ASDP cabang Bakauheni, Yefri Hendri, mengatakan waktu sandar kapal sehingga memperlambat pelayanan pengguna jasa bukan kewenangan ASDP melain OPP Merak.