Panwaslu Siap Laporkan PPS yang Merangkap Jadi Relawan

Pilkada serentak 2017. menaranews.com

PANARAGAN -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mengancam akan melaporkan temuaan dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah oknum panitia pemungutan suara (PPS) yang merangkap menjadi petugas relawan pasangan petahana Umar Ahmad-Fauzi Hasan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Provinsi Lampung.
Demikian dikatakan Ketua Panwaslu Tubaba, Midiyan, kepada Lampung Post, usai menerima laporan dari sejumlah PPL dan panwascam usai memantau jalannya kegiatan yang dilaksanakan pasangan calon.
"Ada beberapa yang sudah dipastikan adalah PPS yang ikut hadir. Mereka (PPS) seharusnya tidak berada di lokasi kegiatan, sebagaimana sumpah dan janjinya agar berintegritas, dengan pribadi yang kuat, jujur dan adil, jika temuan kami ini benar, berarti ada masalah saat perekrutan mereka itu," ujarnya.
Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil beberapa PPS yang diduga kuat merangkap sebagai relawan petahana.
"Kami ada foto dan videonya, masak penyelenggara berada di acara kandidat, ini jelas tidak benar," kata Midiyan.
Dalam hal ini Panwaslu setempat berpegang pada Pasal 54 Ayat(2) dan Pasal 53 huruf d Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011, Pasal 18 Ayat(1) huruf d Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2015.
Serta Pasal 54 Ayat(2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 yang menyebutkan PPS harus mengutamakan Kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia daripada Kepentingan Pribadi atau golongan.