Pasar Unit II Perlu Penataan

Pasar Unit II Tulangbawang butuh penataan agar tak semerawut. (Foto:Lampost/Merwan)

MENGGALA--Penataan pedagang yang kurang baik di Pasar Unit II, Banjaragung, Tulangbawang, membuat lokasi pasar menjadi semrawut. Bahkan, semrawutnya penataan tersebut menyebabkan kemacetan di ruas jalan lintas timur dan sejumlah ruas jalan menuju lokasi pasar.

Kesemrawutan penataan pasar ini dipicu dengan enggannya sejumlah pedagang sayur dan sembako untuk menempati pasar sementara yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Para pedagang memilih menjajakan dagangannya di sepanjang jalan di sekitar lokasi pasar, terutama pedagang sayur.

Akibatnya, pasar terkesan semrawut. Padahal, Pemkab sudah menyiapkan lokasi pasar sementara. Sebab, Pemkab sedang menyelesaikan pembangunan pasar modern.
"Waduh Mas, kalau masuk Pasar Unit II ini terkenal semrawut dan macetnya, terutama pagi hari. Lihat saja, banyak pedagang yang dibiarkan berjualan di luar lokasi pasar yang
disiapkan," kata Wiwin (39), seorang pembeli di pasar tersebut, Minggu (8/1/2017).

Tidak berfungsinya kantong parkir dan lokasi terminal kota di pasar tersebut juga menjadi salah satu penyebab semrawut pasar tersebut. Hal itu terlihat dari puluhan angkot yang berjajar di jalan masuk pasar dan munculnya parkir liar di bahu jalan.
"Kalau angkot dan parkir ini tidak ditata baik, maka pasar ini tetap macet dan semrawut," ujar Usman (54), seorang warga Simpangpenawar yang melintas di pasar tersebut.

Sementara itu, seorang pedagang sayuran yang menjajakan barang dagangannya di bahu jalan depan Pasar Modern Unit II menjelaskan mereka berjualan di bahu jalan tersebut karena pasar masih dalam proses pembangunan.
"Saya awalnya jualan di dalam pasar Mas, tapi berhubung pasar masih dalam proses pembangunan, jadi saya milih jualan di sini. Kalau saya jualan di dalam, pembelinya sepi," kata seorang pedagang yang enggan disebut namanya itu kemarin.
Menurut dia, sepinya pembeli disebabkan masyarakat yang enggan masuk ke pasar sementara. Selain kumuh, kata pedagang itu, pintu masuk ke pasar terbatas. "Daripada dagangan saya busuk enggak laku, lebih baik kami berjualan di sini."

Para pedagang berharap Pemkab dapat sesegera mungkin menyelesaikan pembangunan pasar modern. "Pasar modern ini kan belum seluruhnya selesai, iniah penyebab dari semrawutnya pasar ini," kata dia.