Pascapilkada Khamami Ajak Warga Bersatu dan Tidak Ada Demo

Bupati Khamami menghadiri Rapat Koordinasi Desa di Balai Desa Gedungmulya, Kecamatan Tanjungraya, Senin (20/2/2017). Dok. Humas Pemkab Mesuji

MESUJI -- Pascapenghitungan suara tingkat kecamatan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji, situasi kabupaten yang berbatas dengan OKI itu kondusif.
Calon bupati yang memperoleh suara terbanyak, yakni Khamami, yang juga petahana mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penetapan pleno KPUD Kabupaten Mesuji. “Kami sedang menunggu penetapan KPU, kita tunggu saja,” ujarnya di sela-sela Rapat Koordinasi Desa di Balai Desa Gedungmulya, Kecamatan Tanjungraya, Senin (20/2/2017).
Dalam kesempatan itu juga Khamami menyerukan kepada semua warga Kabupaten Mesuji untuk kembali bersatu membangun kabupaten itu. “Perbedaan pilihan kemarin dalam pilkada sudah selesai. Kita harus menanggalkan semua perbedaan. Saya mengajak semua elemen masyarakat Mesuji untuk sama-sama membangun kabupaten yang kita cintai ini,” ujarnya.
Selain itu, Khamami juga meminta semua pihak untuk menerima hasil penetapan KPU terhadap hasil pilkada 15 Februari 2017 lalu. “Karena semua sudah berjalan dengan baik, transparan, dan demokratis. Jadi tidak ada alasan untuk menolak hasil pilkada,” terangnya.
Lebih jauh, Bupati yang sudah kembali dari cuti itu mengatakan kepada masyarakat untuk tidak berdemonstrasi terkait hasil pilkada. “Ya, saya tekankan untuk masyarakat Mesuji jangan demo-demo. Untuk apa. Semua sudah berakhir, mari kita menyatukan energi demi Mesuji,” tutupnya.
Sementara itu, hasil akhir perolehan suara hasil input data KPU untuk Kabupaten Mesuji dari formulir C1, pasangan calon nomor satu yakni pasangan Febrina-Adam mendapat hasil akhir 28.334 suara atau 26,89%, sedangkan pasangan calon bupati nomor urut dua Khamami-Sapli mendapat perolehan suara signifikan, yakni 77.009 atau 73,1%.
Sedangkankan untuk pengamanan pascapenghitungan hingga penetapan pemenang pada 22 atau 23 Februari 2017 nanti, Polres Mesuji juga tetap menyiagakan semua pasukan. “Bahkan, ada tambahan 200 personel saat penetapan pemenang oleh KPU nanti, “ ujar salah seorang anggota polisi bertugas di sekretariat KPU.
Namun demikian beberapa pegawai negeri sipil atau ASN setempat masih mengkhawatirkan situasi pada penetapan pemenang oleh KPUD setempat. Pasalnya, sejak pemungutan suara banyak terjadi intimidasi kepada warga di beberapa kecamatan sehingga membuat situasi tidak tenang. Terlebih di Kecamatan Way Serdang.
“Kami masih sering didatangi orang-orang tidak dikenal,” ujar Eko, salah satu warga setempat.
Salah satu ASN setempat juga mengatakan jika ia dalam satu pekan terakhir juga mendengar isu negatif terkait pilkada Mesuji. “Ya, saya dengar juga. Tapi kita tetap di sini. Di Register 45,” ungkapnya.